Nasional

Mendagri Tjahjo Kumolo : OTT Kok ya Terus, KPK Kembali Tangkap Kepala Daerah, Kini Wali Kota Medan

Mendagri Tjahjo Kumolo heran ketika kembali ada kepala daerah yang diringkus dalam OTT KPK.

Mendagri  Tjahjo Kumolo : OTT Kok ya Terus, KPK Kembali Tangkap Kepala Daerah, Kini Wali Kota Medan
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo komentari OTT KEpala Daerah oleh KPK. Foto Dokumentasi Mendagri saat berbincang dengan awak redaksi Tribunnews.com di Kantor Redaksi Tribun Network, Palmerah, Jakarta, Rabu (30/1/2019). 

SURYAMALANG.COM - Operasi tangkap tangan (OTT)  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjerat kepala daerah dan membuat Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Tjahjo Kumolo kehabisan kata-kata.

Mendagri Tjahjo Kumolo heran ketika kembali ada kepala daerah yang diringkus dalam OTT KPK.

Ia tak habis pikir kenapa OTT KPK dengan kepala daerah sebagai pelaku masih terus ada.

Arema FC Ingin Ikuti Jejak PSIS Semarang Kala Lawan PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta

Misteri Lirik Lagu Makhluk Tuhan Paling Seksi Dijawab Mulan Jameela, Teka-teki 11 Tahun Terungkap

Inikah Pria Jepang yang Dimaksud Raffi Ahmad Mendekati Luna Maya? Berinisial R & Berwajah Tampan

Hal itu disampaikan Tjahjo menanggapi terjaringnya Bupati Indramayu Supendi dalam OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Itu yang saya sedih dan cukup prihatin. Ya selalu saya mengatakan ini yang terakhir, yang terakhir, tapi kok ya terus," ujar Tjahjo di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (15/10/2019) seperti dikutip dari Kompas.com (Grup SURYAMALANG.COM.

Baru saja melontarkan tanggapan soal OTT Bupati Indramayu, KPK kembali melakukan OTT dan kali ini Wali Kota Medan menjadi salah satu sosok yang ditahan, Rabu (16/10/2019).

Walikota Medan, T. Dzulmi Eldin . KPK mengkonfirmasi melakukan OTTdi mana salah satu yang ditangkap adalah Wali KOta Medan, Selasa (16/10/2019)
Walikota Medan, T. Dzulmi Eldin . KPK mengkonfirmasi melakukan OTTdi mana salah satu yang ditangkap adalah Wali KOta Medan, Selasa (16/10/2019) (KOMPAS.COM/DEWANTORO)

Tjahjo mengatakan Kemendagri bersama KPK telah berkali-kali menyosialisasikan area rawan korupsi kepada seluruh gubernur, wali kota, dan kabupaten.

Karena itu, ia heran masih saja ada kepala daerah yang tertangkap karena kasus korupsi.

Tjahjo tambah heran lantaran kepala daerah yang tertangkap tangan oleh KPK modusnya sama, yakni permainan anggaran dalam pembiayaan proyek atau menerima suap agar rekanan mereka di pihak swasta bisa mendapat proyek.

Tjahjo menambahkan, dalam hal ini partai dan pemerintah pusat tak lagi bisa disalahkan sebab korupsi yang dilakukan di kepala daerah murni kesalahan oknum.

Halaman
123
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved