Kabar Gresik

Pria 31 Tahun Tewas usai Lihat Kapal Belanda di Dasar Bengawan Solo yang Sedang Surut

Pria 31 Tahun dari Gresik Tewas usai Lihat Kapal Belanda di Dasar Bengawan Solo yang Sedang Surut di wilayah Lamongan

Pria 31 Tahun Tewas usai Lihat Kapal Belanda di Dasar Bengawan Solo yang Sedang Surut
hanif manshuri
ILUSTRASI - Bengawan Solo 

SURYAMALANG.COM, GRESIK – Sholikhan (31 tahun), warga Desa Lowayu Kecamatan Dukun, Gresik, tewas tenggelam di Bengawan Solo wilayah Desa Mertani Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Selasa (15/10/2019). 

Awalnya, dia mendengar kabar perihal temuan kapal Belanda di tengah Bengawan Solo wilayah Desa Mertani. 

Pemuda itu pun penasaran ingin melihat. Masalahnya, Desa Lowayu terletak di utara Bengawan Solo, sedangkan Desa Mertani di selatan Bengawan Solo

Jembatan terdekat yang menghubungkan kedua desa itu adalah Karanggeneng. 

Sebenarnya, lokasi kapal Belanda itu berada di tengah Bengawan Solo yang sedang surut dan terlihat dari tepi sungai. 

Namun,  Sholikhan ingin melihat dari dekat. Setelah mengambil jalan pintas lewat Desa Karangcangkring Kecamatan Dukun, dia kemudian mulai berenang menuju lokasi penemuan kapal Belanda tersebut pukul 16.00 WIB.

Setelah puas melihat, dia memutuskan pulang dengan cara berenang lagi.

Namun, Solikhan diduga mengalami kram dan tenggelam.

Melihat Solikhan tenggelam, beberapa warga bergegas menolong. Namun, nyawanya tidak terselamatkan. Dia kemudian dibawa menuju bantaran sungai menggunakan perahu kecil.

Kapolsek Dukun, Iptu Mustaji, mengatakan, peristiwa ini murni kecelakaan. Keluarga korban enggan untuk diotopsi dan sudah menerima kepergian Solikhan selama-lamanya.

"Tidak bekas penganiayaan di tubuh korban," singkat Mustaji.

Sementara itu, Camat Dukun, Fattah Hadi, mengatakan hal serupa.

"Itu murni kecelakaan, laporan yang saya terima tidak ada penganiayaan," tutup Fattah. willy abraham

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved