Universitas Negeri Malang

Regenerasi Perajin Keramik Minim, Dr Ponimin dari UM Gelar Workshop untuk Siswa SMP-SMA

Ponimin MHum, dosen Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) memberi workshop keramik pada siswa SMP, SMA/SMK

Regenerasi Perajin Keramik Minim, Dr Ponimin dari UM Gelar Workshop untuk Siswa SMP-SMA
hayu yudha prabowo
WORKSHOP KERAMIK - Seniman patung, Dr Ponimin mendampingi peserta workshop membuat keramik di Gedung Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang, Rabu (16/10/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dr Ponimin MHum, dosen Seni dan Desain Fakuktas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) memberi workshop keramik pada siswa SMP, SMA/SMK di Graha Cakrawala, Rabu (16/10/2019).

Ia membagikan pengalamannya pada para siswa. Rumman, siswa kelas 10 Tata Busana SMKN 3 Kota Malang bersama teman-temannya dari kelas 10 Akomodasi Perhotelan.

"Dari SMKN 3 ada dua kelas ke sini untuk mapel Seni Budaya," jelas Rammun pada suryamalang.com. Karena ada workshop ini dan melihat praktiknya, ia jadi tertarik membuat. Tapi untuk mapel Seni Budayanya masih teori.

"Belum praktik," jelas siswa berhijab ini. Usai workshop, para siswa yang masih kepo dengan bahan-bahan membuat keramik dan mengamati alatnya.

Yaitu alat putar cepat dan lambat. Ada juga yang berebut foto dengan Ponimin di sekitar area panggung juga area display hasil karyanya. Menurut Rammun, ia berasa senang dan mendapat manfaat ikut workshop gratis itu. Selain itu, peserta workshop ada siswa dari SMKN 5 yang memiliki program keahlian kriya keramik.

"Regenerasi di bidang kriya keramik itu minim. Kalau di Kota Malang ada di SMKN 5. Semoga anak-anak disana bisa meneruskan kejayaan keramik di Malang," harap Ponimin disampaikan ke suryamalang.com usai acara. Sebab di era saat ini, siswa lebih suka hal digital sepertk bermain dengan HP.

"Makanya tadi saat workshop saya minta anak-anak yang membawa HP juga mencari di google mengenai keramik," paparya.

Nabila, siswa kelas 11 Kriya Keramik SMKN 5 Kota Malang datang bersama rombongan teman-temannya ikut workshop. "Yang menarik ada tips-tipsnya. Misalkan harus sabar," kata Nabila.

Menurut Ponimin, biasanya untuk pemula, membuat "adonan" tanah liatnya kadang kebanyakan air. "Jadi, kalau dibuat bentuk agak lembek atau roboh," paparnya. Selain itu biasanya pemula agak sulit menggunakan alat putar cepat. Bisa mahir jika rajin berlatih minimal seminggu.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved