Kabar Trenggalek

52 Desa di Trenggalek Kekeringan, Warga Jalan Kaki 3 Km Demi Beli Air Rp 100.000 per Gentong

52 Desa di Trenggalek Kekeringan, Warga Jalan Kaki 3 Km Demi Beli Air Rp 100.000 per Gentong

52 Desa di Trenggalek Kekeringan, Warga Jalan Kaki 3 Km Demi Beli Air Rp 100.000 per Gentong
aflahul abidin
Pengiriman air bersih di Desa Cakul, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Kamis (17/10/2019). 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Kekeringan di Kabupaten Trenggalek masih terus berlangsung hingga pertengahan Oktober ini.

Jumlah desa kekeringan yang menyebar di semua kecamatan juga terus bertambah.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memantau pengiriman air bersih ke Desa Cakul Kecamatan Dongko, Kamis (17/10/2019).

Bupati memantau bersama Kapolres Trenggalek Jean Calvijn Simanjuntak dan Dandim 0806 Trenggalek Letkol Inf Dodik Novianto.

Bupati menjelaskan, pengiriman air bersih ke berbagai titik lokasi kekeringan sudah berjalan sejak sekitar dua bulan terakhir.

"Kami ingin memastikan distribusi air karena kekeringannya cukup panjang. Yang kami prediksi sebelumnya sudah hujan tapi ternyata masih butuh bantuan air," kata pria yang akrab disapa Mas Ipin itu.

Setidaknya, 23.000 liter air bantuan dari berbagai pihak didistribusikan di Desa Cakul. Air dari beberapa tangki besar mobil disalurkan ke tempat penampungan sementara.

Warga Desa Cakul yang sudah empat bulan mengalami kekeringan menyambut bantuan itu secara antusias.
Menurut Mas Ipin, peta kekeringan di Trenggalek menunjukkan titik kekeringan terjadi di 52 desa.

Sementara data BPBD Kabupaten Trenggalek mencatat, kekeringan terjadi di 47 desa di semua kecamatan.
Sarno (55), Ketua RT/RW 30/15, mengatakan, kebutuhan air bersih di daerahnya cukup mendesak.

Bantuan air dari pemkab juga beberapa kali datang. Namun, itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan normal sehari-hari.

"Warga kadang beli, Rp 100.000 per gentong yang lokasinya di desa sebelah," kata Sarno.

Heru (22), warga setempat, mengatakan, beberapa warga juga memilih untuk mengambil air di sumber yang tersisa. Lokasinya sekitar 3 kilometer (km). "Jauh dan itu jalan kaki," ujar Heru.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved