Kamis, 23 April 2026

Berita Malang

BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Hasil Padat Karya di Desa Mulyorejo & 200 Petani Dapat Converter Kit

Berita Malang populer hari ini Kamis 17 Oktober 2019, hasil program padat karya infrastruktur di Desa Mulyorejo dan 200 petani dapat converter kit.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: eko darmoko
Freepik via intisari.grid.id
BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Hasil Padat Karya di Desa Mulyorejo & 200 Petani Dapat Converter Gas 

SURYAMALANG.COM - Berita Malang populer hari ini salah satunya soal hasil program padat karya di Desa Mulyorejo.

Selain itu berita Malang populer lainnya juga datang dari 200 petani yang akan mendapat converter kit dari Plt Migas. 

Selengkapnya, langsung saja simak rangkuman berita Malang populer Kamis,17 Oktober 2019 berikut ini:

1. Hasil Padat Karya di Desa Mulyorejo 

Peresmian program Padat Karya Infrastruktur di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Peresmian program Padat Karya Infrastruktur di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. (SURYAMALANG.COM/M Erwin)

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang memberdayakan 88 tenaga kerja untuk melakukan program Padat Karya Infrastruktur di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

Para tenaga kerja tersebut merupakan warga setempat.

Kegiatan Padat Karya Infrastruktur ini dilaksanakan sejak 23 September 2019 hingga 12 Oktober 2019.

Padat karya yang dilakukan berupa pekerjaan rabat beton jalan sepanjang 300 meter dengan lebar 2,5 meter dan resmi bisa diakses warga setempat pada Rabu (16/10/2019).

Kabid Penta Kerja Disnaker Kabupaten Malang, Rahmat Yuniman menerangkan kegiatan ini merupakan implementasi tradisi program dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI.

“Kami meneruskan kebudayaan program dari pusat. Program ini memberdayakan masyarakat sekitar Desa Mulyorejo, Ngantang, supaya bisa bersinergi membangun daerahnya dan mensergikan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi,” beber Rahmat kepada SURYAMALANG.COM.

Rahmat menambahkan program Padat Karya Infrastruktur ini juga bertujuan membuka lapangan pekerjaan sementara bagi masyarakat setempat.

Harapannya dapat mengurangi angka pengangguran sekaligus kemiskinan yang ada di Kabupaten Malang.

Peningkatan akses jalan sebagai moda utama para petani setempat juga menjadi urgensi dilakukan program padat karya.

“Sasaran program padat karya ini bagi masyarakat yang belum bekerja atau pengangguran, meskipun itu bersifat sementara, bukan pekerjaan reguler, yang penting ada kegotong-royongan dari warga untuk berpatisipasi dalam pembangunan padat karya,” terangnya.

Di sisi lain, seorang warga, Erno menerangkan sebelum dilakukan Program Padat Karya, jalan di sekitar rumahnya itu hanya berupa jalan setapak.

Pengendara kendaraan bermotor kesulitan mengakses jalan tersebut.

Berdasarkan musyawarah dengan warga sekitar, pembangunan jalan dirasa perlu dilakukan mengingat, jalan tersebut adalah akses utama bagi warga setempat yang mayoritas bekerja sebagai petani menuju ladangnya.

“Kami mengusulkan adanya gotong royong pembangunan jalan melalui program padat karya Disnaker (Kabupaten Malang).”

“Kondisi jalan memang butuh diperbaiki. Itu dulu jalan setapak, apalagi kalau hujan susah dilewati.”

“Sehingga butuh ditingkatkan agar mempermudah akses masyarakat beraktifitas dan bekerja,” ungkapnya.

2. 200 Petani Dapat Converter Gas

Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Djoko Siswanto saat memukul gong membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Konversi BBM ke BBG Untuk Kapal Penangkap Ikan Bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air Bagi Petani Sasaran di Haris Hotel, Malang, Rabu (16/10).
Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Djoko Siswanto saat memukul gong membuka Rapat Koordinasi Pelaksanaan Konversi BBM ke BBG Untuk Kapal Penangkap Ikan Bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air Bagi Petani Sasaran di Haris Hotel, Malang, Rabu (16/10). (edgar)

Sebanyak 200 petani di Kabupaten Malang akan mendapatkan paket converter kit dari bahan bakar minyak (BBM) ke tabung gas.

Kabupaten Malang menjadi satu dari lima kota/kabupaten yang akan mendapatkan Konverter Kit dari 1.000 paket yang akan dibagikan.

Sementara 13.305 paket Konverter akan dibagikan kepada nelayan di 38 kabupaten/kota yang akan diberikan oleh pemerintah pada tahun ini.

Hal itu dijelaskan oleh Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Djoko Siswanto saat menghadiri Rapat Koordinasi Pelaksanaan Konversi BBM ke BBG Untuk Kapal Penangkap Ikan Bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air Bagi Petani Sasaran di Haris Hotel, Malang, Rabu (16/10).

"Tahun ini ada perbedaan. Kalau biasanya kami memberikan ke nelayan, sekarang ke petani. Agar mereka dapat menggunakan gas LPG," ucapnya.

Program Konversi BBM ke BBG khususnya LPG memiliki makna kemudahan akses energi di mana nelayan dan petani diberikan pilihan terhadap energi yang akan digunakan.

Program ini juga bertujuan untuk menghemat pengeluaran biaya bahan bakar, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Konverter kit terdiri atas beberapa komponen. Untuk nelayan, nantinya akan diberikan mesin penggerak, as panjang, baling-baling, 2 buah tabung LPG 3 kg, as panjang dan baling-baling, serta aksesoris pendukung lainnya.

Sedangkan paket perdana konverter kit BBM ke BBG untuk Mesin Pompa Air bagi Petani Sasaran terdiri dari mesin pompa air, konverter kit, selang hisap dan buang, 1 buah tabung LPG 3 kg, serta aksesoris pendukung lainnya.

Dengan Konverter kit berbahan bakar LPG, nelayan dan petani bisa menghemat biaya operasional penggunaan LPG sampai dengan 30 persen dengan asumsi tanpa ada subsidi.

Bila dengan subsidi yang berlaku sekarang ini baik untuk bensin maupun LPG, maka penghematan yang diperoleh bisa mencapai sekitar 50 persen.

"Dengan LPG juga memberikan energi bersih, mengurangi konsumsi BBM. Karena manfaat dari LPG seperti emisi gas buang yang rendah akan membuat penurunan tingkat pencemaran lingkungan secara signifikan," ujarnya.

Rencananya, pada tahun depan pemerintah juga akan memberikan paket Konverter Kit kepada 10.000 petani.

Untuk itu, pihaknya akan melihat dulu perkembangan usai memberikan Konverter Kit secara gratis kepada petani.

"Pada saat proses pengairan memang diperlukan oleh petani. Kemungkinan jangka waktunya yang dipakai petani bisa bertahan selama seharian apabila menggunakan LPG ini," ujarnya.

Sementara itu, GM MOR V PT. Pertamina Werry Prayogi mendukung kelancaran program ini dengan menyiapkan kebutuhan refill LPG tabung 3 Kilogram.

Dia menjelaskan, bahwa kriteria petani penerima paket adalah orang yang memiliki lahan pertanian paling luas 0,5 hektar.

"Semoga para nelayan dan petani dapat merasakan manfaat dari program konversi ini dan semakin sukses dan berkembang penggunaan LPG kedepannya," katanya.

Sebagai informasi, dari data yang diterima SURYAMALANG.COM, pada tahun 2016–2018, Pemerintah telah mendistribusikan 47.554 unit paket konversi di 73 kabupaten/kota.

Pada tahun 2019 akan dilaksanakan pendistribusian sejumlah 13.305 unit paket konversi BBM ke BBG untuk Nelayan di 38 Kabupaten/Kota dan 1.000 unit paket konversi BBM ke BBG untuk Petani di 5 Kabupaten/Kota.

Selanjutnya pada tahun 2020, direncanakan akan dibagikan 40.000 unit paket konversi BBM ke BBG untuk nelayan di 26 provinsi.

3. Kondisi Terbaru Terduga Teroris

Kondisi rumah terduga teroris di Jalan Papa Biru, Kelurahan Tulusrejo, Kota Malang.
Kondisi rumah terduga teroris di Jalan Papa Biru, Kelurahan Tulusrejo, Kota Malang. (aminatus sofya)

Densus 88 menangkap terduga teroris berinisial R (27) di Kelurahan Tulusrejo, Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (15/10/2019) siang.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan kini R telah dibawa ke Mabes Polri di Jakarta.

Sedang istri R yang berinisial PM (32) sedang diperiksa di Mapolres Malang Kota.

Barung enggan membeberkan jaringan terduga teroris tersebut dengan kelompok teroris lain.

“Itu akan disampaikan Mabes Polri,” kata Barung kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (16/10/2019).

Sementara itu, Ketua RT setempat, Wahid Hidayat mengaku mendapat informasi penangkapan terduga teroris itu dari istrinya.

“Saya ditelepon istri saya. Katanya ada operasi. Tapi saya tidak tahu pasti,” kata Wahid, Selasa (15/10/2019) malam.

Setahu Wahid, rumah itu tidak berpenghuni atau kosong. 

Dia sempat melihat ada renovasi di dalam rumah sekitar setahun lalu.

Menurutnya, dahulu rumah tersebut milik perempuan berinisial P.

“Sekarang saya tidak tahu siapa pemilik rumah itu. pemilik rumahnya tidak pernah lapor,” kata Wahid.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved