Kabinet Jokowi

Calon Menteri Kabinet Jokowi Jilid 2 dari Jember Jawa Timur, Nama Bupati Faida Masuk Bursa

Bupati Faida tersenyum saat SURYAMALANG.COM mengonfirmasi perihal kabar namanya masuk bursa calon menteri kabinet Jokowi

Calon Menteri Kabinet Jokowi Jilid 2 dari Jember Jawa Timur, Nama Bupati Faida Masuk Bursa
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Bupati Jember Faida disebut masuk daftar calon menteri Kabinet Kerja Jilid II 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Nama Bupati Jember Faida masuk dalam bursa calon menteri Kabinet Jokowi atau Kabinet Kerja Jilid 2 Kepemimpinan Joko Widodo - Ma'ruf Amin sebagai salah satu menteri asal Jatim.

SURYAMALANG.COM berkesempatan mengkonfirmasi langsung pada Faida terkait namanya yang disebut masuk dalam daftar calon menteri Kabinet Kerja Jilid II.

Bupati Faida tersenyum saat SURYAMALANG.COM mengonfirmasi perihal kabar tersebut.

Berita Lengkap Video Kucing Tewas Dicekoki Miras, Azzam Diburu Animal Defender & Diciduk Polisi

Ariel Tatum Ditinggal Nikah Eks Pemain Arema, Rilis Lagu buat Sang Mantan Hingga Nia Ramadhani Kaget

Bangkit asal Madura Terbunuh Umur 32 Tahun, Istrinya Umur 28 Tahun Sedang Hamil

"Saya baru dengar dari kamu. Kan memang banyak berseliweran tentang nama-nama calon menteri," ujar Bupati Faida ketika dikonfirmasi SURYAMALANG.COM, Kamis (17/10/2019).

Dia menuturkan, jika memang benar ada rekomendasi namanya masuk dalam bursa calon menteri, menurutnya hal itu sebagai sebuah penghormatan untuknya.

Tetapi perempuan bupati pertama di Kabupaten Jember ini tidak mau berandai-andai.

"Kalau ada rekomendasi tentunya itu sebuah penghormatan bagi saya. Tetapi saya tidak mau berandai-andai, apalagi pemilihan menteri itu kan hak prerogratif Presiden. Saat ini saya menjalankan tugas yang ada saja, menjalankan tugas sebagai bupati" tegasnya.

Hasil Skor Timnas U-19 Indonesia Vs China Adalah 3-0, Laga Masih Berlangsung

Kronologi Temuan Mayat Suami Pakai Kaus Atta Halilintar di Batu, Istri Lapor Penculikan di Surabaya

Menurutnya, dia masih memiliki tugas sebagai Bupati Jember hingga masa tugasnya berakhir.

Karenanya, dia harus menjalankan tugas tersebut hingga selesai.

"Menjadi bupati itu kan juga kepanjangan tangan gubernur, presiden, pemerintah provinsi, pemerintah pusat. Karena suksesnya pembangunan nasional itu juga berkaitan dengan suksesnya pembangunan daerah. Sekarang takdirnya jadi bupati, ya dijalanin saja dulu," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved