Kabar Surabaya

Diculik di Surabaya, Korban Ditemukan Tewas di Sungai Watu Ondo Kota Batu, Pelaku Naik Suzuki Ertiga

Diculik di Surabaya, Korban Ditemukan Tewas di Sungai Watu Ondo Kota Batu, Pelaku Naik Suzuki Ertiga

Istimewa
Proses evakuasi mayat tanpa identitas yang diduga korban pembunuhan di Sungai Watu Ondo, Jembatan Cangar 1, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (16/10/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Penemuan mayat pria di Sungai Watu Ondo, Jembatan Cangar 1, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (16/10/2019) diduga korban penculikan.

Kasus dugaan penculikan ini dilaporkan oleh Mei Nuriawari (25) warga Jalan Asrikaton Malang, Selasa (15/10/2019) lalu.

Korban penculikan yang ditemukan meninggal di Sungai Watu Ondo itu bernama Bangkit (30).

Sebelumnya, Bangkit dilaporkan telah diculik oleh sejumlah orang menggunakan mobil Suzuki Ertiga di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, pada Senin (14/10/2019).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran membenarkan tentang penemuan mayat atas nama Bangkit.

"Jasad korban benar sudah ditemukan di Malang," kata Sudamiran saat dihubungi SURYAMALANG.COM, Kamis (17/10/2019).

Sampai saat ini, polisi tengah menyelidiki dan mengejar para pelaku penculikan dan dugaan pembunuhan korban.

"Belum tertangkap,masih kami kejar para pelakunya" tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Mei Nuriawati (28), perempuan asal Desa Asrikaton Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, melapor ke Polrestabes Surabaya setelah melihat suaminya diculik beberapa orang di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Senin (14/10/2019).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, membenarkan laporan istri dari Bangkit (30) yang diduga menjadi korban penculikan itu.

"Laporan kami terima tanggal 15 Oktober (2019) kemarin sekitar pukul 20.05 Wib. Kalau untuk kejadiannya dari BAP menyebut Senin (14/10/2019) siang," terang Sudamiran, Rabu (16/10/2019) malam.

Lebih lanjut, Sudamiran mengatakan, pelapor melihat suaminya dipaksa masuk mobil Suzuki Ertiga silver W 1905 VB tepat di depan kantor UMC Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Menindak lanjuti laporan tersebut, Sudamiran menerjunkan tim Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya untuk menyelidiki laporan Mei itu.

"Tim dari Unit Jatanras masih berupaya mengidentifikasi siapa saja yang memaksa suami pelapor masuk. Kami masih bekerja untuk mengungkap kasus ini," tandasnya. (firman rachmanudin)

Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved