Kabar Bangkalan

Jaksa Bangkalan Tahan Notaris Irwan Yudhianto setelah Dua Tahun Putusan Kasasi Mahkamah Agung

Pada 2013, Badan Pertanahan Negara (BPN) Bangkalan mencatat 19 buah sertifikat milik warga Bangkalan telah berubah kepemilikan pada bos dari Surabaya.

Jaksa Bangkalan Tahan Notaris Irwan Yudhianto setelah Dua Tahun Putusan Kasasi Mahkamah Agung
ahmad faisol
Notaris Irwan Yudhianto diapit Kasi Pidsus Choirul Arifin dan anggota Kodim 0829 Bangkalan dari ruang kerjanya, Komplek Ruko Jalan Raya Junok, Kecamatan Burneh, Rabu (17/10/2019). 

Pada 2013, Badan Pertanahan Negara (BPN) Bangkalan mencatat 19 buah sertifikat milik warga Bangkalan telah berubah kepemilikan pada bos dari Surabaya.

SURYAMALANG.COM, BANGKALAN - Dua tahun lalu atau tepatnya 27 Oktober 2016, Mahkamah Agung (MA) menetapkan pidana penajara selama dua tahun terhadap Irwan Yudhianto (47), warga perumahan di Desa Banyuajuh Kecamatan Kamal, Bangkalan, Pulau Madura.

Namun pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan selaku eksekutor atas Putusan Kasasi MA itu, baru melaksanakan eksekusi terhadap Irwan pada Kamis (17/10/2019).

"Kami baru melaksanakan eksekusi terhadap terpidana Irwan Yudhianto, pekerjaan sebagai notaris," ungkap Kepala Kejari Bangkalan Badrud Tamam di hadapan awak media.

Irwan, dijemput Kasi Pidum Choirul Arifin, Kasi Intel Kejari Bangkalan Putu Arya W bersama anggota Kodim 0829 dari ruang kerjanya, kompleks ruko di Jalan Raya Junok Kecamatan Burneh.

Awalnya, Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan melalui putusan bernomor 183/Pid.B/2014/PN.BKL menetapkan Irwan sebagai tahanan kota terhitung 21 Agustus 2014 hingga 19 September 2014.

PN Bangkalan mendakwa Irwan dengan Pasal 263 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 56 Ayat (1) Ke-1 KUHP Jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP atas perkara tindak pidana pemalsuan surat akta tanah dengan hukuman satu tahun penjara.

"Terdakwa melakukan upaya banding, malah satu tahun percobaan," ujarnya.

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Karena itulah, lanjut Badrud Tamam, jaksa penuntut umum melakukan upaya hukum di tingkat kasasi ke MA.

"Kenapa baru dieksekusi? Karena (salinan putusan) baru saya dapatkan," kata Badrud Tamam yang belum genap setahun bertugas di Bangkalan.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved