Kabar Blitar

Lilik Nurchamidah (42) asal Malang Cium dan Panjat Patung Bung Karno di Blitar, Anaknya Menjerit

Lilik Nurchamidah (42) asal Sumberpucung, Kabupaten Malang Panjat Patung Bung Karno di Kota Blitar, Anaknya Menjerit-jerit.

Lilik Nurchamidah (42) asal Malang Cium dan Panjat Patung Bung Karno di Blitar, Anaknya Menjerit
Ist
Seorang perempuan, Lilik Nurchamidah (42), warga Sumberpucung, Kabupaten Malang, mengajak anaknya yang masih berusia lima tahun memanjat patung Bung Karno di pertigaan Herlingga, Kota Blitar, Jumat (18/10/2019). 

Lilik Nurchamidah (42) asal Sumberpucung, Kabuaten Malang Panjat Patung Bung Karno di Kota Blitar, Anaknya Menjerit-jerit.

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Seorang perempuan, Lilik Nurchamidah (42), warga Sumberpucung, Kabupaten Malang, mengajak anaknya yang masih berusia lima tahun memanjat patung Bung Karno di pertigaan Herlingga, Kota Blitar, Jumat (18/10/2019).

Ibu dua anak itu diduga mengalami depresi. "Kami mendapat laporan dari warga ada perempuan memanjat patung Bung Karno di Herlingga. Kami langsung ke lokasi untuk mengamankannya. Kami belum tahu apakah dia mencoba bunuh diri atau tidak," kata Kapolsek Sananwetan, AKBP Didit Prihantoro.

Didit mengatakan, sebelum memanjat patung Bung Karno, warga melihat Lilik mondar-mandir di sekitar lokasi.

Lilik mengajak anak bungsunya yang masih berusia lima tahun. Tak lama kemudian Lilik memanjat patung Bung Karno. Sedangkan anaknya dibiarkan di bawah patung.

"Anaknya menangis dan teriak-teriak. Warga yang mengetahui kejadian itu berusaha mencegah korban naik ke patung. Tapi, korban tetap tidak mau turun. Warga melaporkan ke kami," ujarnya.

Dikatakannya, sesampai di lokasi, polisi berusaha membujuk Lilik untuk turun dari patung Bung Karno. Tetapi, Lilik malah berteriak-teriak sambil mencium kaki patung Bung Karno. Polisi terus berusaha membujuk Lilik agar turun dari patung Bung Karno.

"Saat di atas patung, korban diduga terpeleset dan jatuh. Korban pingsan dan segera kami bawa ke Puskesmas. Tapi korban tidak mengalami luka," katanya.

Saat dirawat di Puskesmas, kata Didit, tim medis menyebutkan Lilik mengalami depresi. Tim medis Puskesmas juga memberikan obat penenang kepada Lilik. Polisi akhirnya berusaha menghubungi keluarga Lilik di Sumberpucung, Kabupaten Malang.

"Kami mencari keluarganya berdasarkan identitas yang dibawa korban. Keluarganya sudah menjemput korban di Polsek untuk dibawa pulang ke Sumberpucung, Malang," katanya.

Menurut Didit, berdasarkan keterangan keluarganya, Lilik memang mengalami depresi sejak suaminya meninggal dunia sekitar setahun lalu. Kejiwaan Lilik tidak stabil. Terkadang Lilik terlihat seperti orang normal dan terkadang seperti orang linglung yang suka keluyuran ke luar rumah.

"Kalau menurut keluarganya, sekitar dua hari ini, dia (korban) kumat lagi. Korban pergi jauh dari rumah. Seperti sekarang, korban mengajak anaknya naik sepeda motor dari Sumberpucung, Malang ke Kota Blitar," katanya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved