Malang Raya

Akibat Angin Kencang di Kota Batu, 1 Orang Tewas dan 500 Orang Mengungsi, Jangan Lewat Jalur Cangar

Akibat Angin Kencang di Kota Batu, 1 Orang Tewas dan 500 Orang Mengungsi, Jangan Lewat Jalur Pacet di Mojokerto hingga Cangar di Kota Batu.

Akibat Angin Kencang di Kota Batu, 1 Orang Tewas dan 500 Orang Mengungsi, Jangan Lewat Jalur Cangar
Ist
Warga yang terdampak angin kencang diungsikan oleh petugas BPBD Kota Batu pada Minggu (20/10/2019) malam. 

Akibat Angin Kencang di Kota Batu, 1 Orang Tewas dan 500 Orang Mengungsi, Jangan Lewat Jalur Pacet di Mojokerto hingga Cangar di Kota Batu.

SURYAMALANG.COM, BATU – Sodiq, warga Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa pohon ketika angin kencang terjadi di kawasan Kota Batu.

“Satu orang meninggal dunia dan beberapa orang mengalami luka-luka dan gangguan saluran pernafasan. Sampai laporan ini dikeluarkan, jumlah pengungsi sementara kurang lebih 550 jiwa,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu, Achmad Choirur Rochim, berdasarkan keterangan tertulis yang disebarkan, Minggu (20/10/2019).

Rochim memaparkan, angin kencang juga melanda Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji sejak Sabtu malam (19/10/2019) sekitar pukul 23.30 WIB. Sampai Minggu, 20 Oktober 2019, angin masih berhembus kencang.

“Hampir seluruh wilayah Desa Sumber Brantas lumpuh. Banyak pohon tumbang yang mengganggu akses jalan raya dan mengancam beberapa bangunan rumah maupun dan fasilitas umum. Hingga saat ini listrik masih padam dan mengganggu jaringan komunikasi,” ujar Rochim.

Kerusakan yang terjadi di antaranya adalah bangunan rumah, fasilitas umum, jaringan komunikasi, serta jaringan listrik. Petugas masih belum selesai melakukan pendataan hingga berita ini dibuat pada pukul 20.17 wib.

Informasi dari lokasi kejadian, pengungsi balita diamankan di rumah dinas Wali Kota Batu. Sedangkan pengungsi dewasa diamankan di Posko BPBD Kota Batu yang berada di Bumiaji.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko kepada SuryaMalang.com menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Mojokerto.

Dewanti mengimbau agar jalur dari Pacet dan Cangar ditutup sementara bagi pengendara. Pasalnya, angin kencang sangat membahayakan jiwa.

“Pak Sekda Batu dan Kabupaten Mojokerto sudah koordinasi. Begitu juga Kapolres Batu dan Mojokerto. Kami minta ditutup dulu sampai kondisi betul-betul aman,” ujar Dewanti.

Dewanti juga mengatakan agar petugas tetap siaga sembari berharap kondisi alam kembali normal. Pemkot Batu juga akan mengganti kerusakan rumah warga. 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved