Malang Raya
BERITA MALANG POPULER Hari Ini, Buntut Siswa SMK Ditampar dan Kebakaran di TPA
Berikut rangkuman berita Malang hari ini, Minggu 20 Oktober 2019 yang dirangkum oleh SURYAMALANG.
Penulis: Raras Cahyaning Hapsari | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM - Berikut rangkuman berita Malang hari ini, Minggu 20 Oktober 2019 yang dirangkum oleh SURYAMALANG.
Berita Malang hari ini mencakup tentang buntut penamparan siswa SMK Muhammaduyah 2 Malang.
Selain itu ada pula kabar tentang kebakaran di TPA Supit Urang, Malang.
Berikut rangkuman berita Malang hari ini.
1. Buntut Penamparan Siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang
Polres Malang Kota menetapkan Agus Setiawan alias Agus Agus Pirahnamas sebagai tersangka kasus penganiayaan anak di bawah umur.
Agus adalah motivator yang terekam video memukul pelajar di SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang pada Kamis (17/10/2019).
“Saat ini kami menetapkan tersangka kepada AP terkait kasus penganiayaan anak di bawah umur, dan tersangka mengakui perbuatan tersebut,” ujar AKBP Dony Alexander, Kapolres Malang Kota kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (19/10/2019).
Agus dijemput petugas di Bandara Juanda, Surabaya.
Sehari sebelumnya, pria asal Malang itu berangkat ke Makassar untuk menjadi pembicara dalam seminar.
“Saat kami ke Bandara Juanda, AP sudah pergi ke Makassar. Akhirnya kami menghubungi dia, dan dia mau kembali ke Bandara Juanda,” jelas Dony.
Dony menyebut hasil visum terhadap 10 siswa yang dipukul oleh Agus menunjukkan hasil positif lebam.
Bahkan satu siswa SMK mengalami luka di bibir hingga mimisan.
“Para murid ini juga mengalami trauma. Oleh karena itu kami akan memproses kasus ini,” ujarnya.
Video pemukulan Agus kepada pelajar SMK Muhammadiyah 2 viral di media sosial.
Dalam dalam video viral itu, Agus yang tengah memberikan motivasi wirausaha menempeleng remaja dengan keras.
Setelah menempeleng, dia bahkan mengatai pelajar itu dengan sebutan ‘Goblok’ sambil menyuruh mereka duduk.
Sementara itu, Agus Setiawan mengaku khilaf saat memukul siswa SMK Muhammadiyah 2.
“Saya khilaf. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak,” tutur Agus.
Menurut Agus, pemukulan itu berawal saat seorang operator salah menulis kata ‘Goblok’ menjadi ‘Goblog’.
Kesalahan itu menjadi bahan guyonan dan ditertawai beberapa peserta motivasi.
Merasa tidak suka, Agus menyuruh murid yang tertawa untuk berdiri ke depan kelas.
Ketika itulah dia menempeleng siswa dengan keras seperti terekam dalam video.
“Saya sudah bilang kalau ada yang berbuat salah jangan ditertawai.”
“Sebelumnya sudah saya bilangi juga bahwa saya akan memukul mulut mereka yang tertawa,” katanya.
Setelah menampar, Agus merasa menyesal. Dia juga langsung minta maaf dan memberi kaus.
“Setelah minta maaf dan acara selesai, saya juga kembali ke aula itu dan minta maaf lagi. Saya menyesal,” ucap dia.
2. Kebakaran di TPA Supit Capai 10 Hektar
Luas kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang Kota Malang mencapai 10 hektare.
TPA Supit Urang terbakar sejak Jumat (18/10) siang, dan sampai sekarang belum padam.
Plt Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang, Antonio Viera mengatakan api muncul di berbagai titik.
Selain itu, angin di lokasi kebakaran berhembus cukup kencang dan membuat api mudah menyebar.
“Jadi ini yang membuat lahan terbakar cukup luas,” kata Viera kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (19/10/2019).
UPT PMK Kota Malang menerjunkan 30 personel, dan membawa enam mobil pemadam kebakaran.
Saat ini proses pemadaman kebakaran mencapai 80 persen.
“Hari ini kami turun lagi untuk memadamkan sisanya. Jumlah personel masih tetap,” ucapnya.
Viera mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada Jumat (18/10/2019) pukul 12.00 WIB.
Kemarin asap pekat membumbung tinggi sehingga menyebar ke perumahan warga.
“Kategori kebakaran kali ini adalah besar. Kemarin, radius penyebaran asap sampai jauh ke perumahan warga. Asap juga pesat sekali,” ujarnya.
TPA Supit Urang memiliki luas lahan mencapai 30 hektare.
TPA Supit Urang merupakan tempat pengolahan sampah akhir terbesar di Kota Malang.
Diperkirakan, luas areal timbunan sampah yang terbakar sekitar 10 hektare.
Kebakaran ini merupakan yang kedua kalinya di tahun 2019.
3. Pemulung Nekat Mengais di Tengah Kebakaran
Warti (60) nekat mengais sampah atau memulung di tengah kepulan asap kebakaran TPA Supit Urang, Sukun, Kota Malang.
Perempuan asal Wagir, Kabupaten Malang ini nekat bekerja meskipun pemulung lain banyak yang libur.
Dia memulung di tengah kabut asap yang cukup tebal.
Bahkan, paparan sinar matahari tidak mampu menembus pekatnya asap yang menyelimuti TPA seluas 30 hektar itu.
“Kalau tidak memulung, saya mau makan apa?” ucap Warti kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (19/10/2019).
Beberapa pemulung lain juga nekat mencari sisa-sisa sampah meskipun jumlahnya tak banyak.
Di gubuk-gubuk yang berada di sekitaran gunungan sampah juga sepi dari aktivitas para pemulung.
Padahal, di hari biasa banyak pemulung yang memanfaatkan gubuk buatan itu untuk beristirahat.
Kata Warti, kebakaran ini bukan menjadi halangan bagi dirinya untuk mengais rezeki selama dirinya merasa mampu.
“Pokoknya biar dapat penghasilan. Lumayan per hari bisa dapat Rp 50.000 sampai Rp 80.000 untuk makan,” ucap perempuan enam anak ini.
Warti mengungkapkan kebakaran awal terjadi pada Jumat (18/10/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat itu dia sedang memunguti sampah bersama para pemulung lainnnya.
Tak berselang lama, ada para pemulung yang memberitahukan kebakaran itu.
Api melalap gunungan di sebelah barat TPA Supit Urang.
“Kami tidak tahu asal muasalnya. Tahu-tahu api sudah membesar,” ucapnya.
Hingga kini petugas masuk berupaya memadamkan api.
Api merembet hingga membakar 10 hektar TPA Supit Urang.
Plt Kepala UPT Damkar Malang, Antonio Viera memprediksi api baru bisa padam antara empat hingga lima hari nanti.
Sebab, para petugas Damkar menemui banyak kendala selama memadamkan api di TPA Supit Urang.
“Kami telah melakukan berbagai macam upaya. Kami mohon doanya agar api cepat padam.”
“Ini merupakan bencana kebakaran terbesar dari tahun-tahun sebelumnya di TPA Supit Urang,” kata Anton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/luas-kebakaran-tempat-pembuangan-akhir-tpa-supit-urang-kota-malang-mencapai-10-hektar.jpg)