Malang Raya

Waspada! Angin Ribut Melanda Kota Malang dan Sekitarnya, Hindari Berlindung di Bawah Pohon

WASPADA ANGIN RIBUT DI MALANG RAYA - Pada pukul 11.00 WIB, kecepatan angin di kisaran 37 km/jam. Pukul 12.30 WIB, naik menjadi 43 km/jam.

Waspada! Angin Ribut Melanda Kota Malang dan Sekitarnya, Hindari Berlindung di Bawah Pohon
PMI Kabupaten Malang
ILUSTRASI POHON TUMBANG. 

WASPADA ANGIN RIBUT DI MALANG RAYA - Pada pukul 11.00 WIB, kecepatan angin di kisaran 37 km/jam. Pukul 12.30 WIB, naik menjadi 43 km/jam.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat kecepatan angin pada hari mencapai 55 km/jam. Kecepatan itu masuk kategori angin ribut.

"Kalau menurut klasifikasi kami, ini sudah masuk angin ribut. Sudah 55 km/jam kecepatannya," tutur Analis Bencana BPBD Kota Malang, Mahfuzi, Minggu (20/10/2019).

Ia mengungkapkan, kecepatan angin itu bergerak dari waktu ke waktu. Pada pukul 11.00 WIB misalnya, kecepatan angin berada di kisaran 37 km/jam. Sementara pukul 12.30 WIB, kecepatan angin naik menjadi 43 km/jam.

"Biasanya makin petang kecepatannya akan kembali landai," tukasnya.

Secara umum kata Mahfuzi, kecepatan angin terbentuk akibat energi yang berlebihan saat terjadi perubahan suhu. Perubahan suhu lanjutnya, biasa terjadi saat musim pancaroba atau transisi dari musim kemarau ke penghujan.

"Saat kemarau, tak ada awan karena cuaca cerah, sekarang saat pancaroba mulailah terbentuk awan2 bergumpal gumpal. Disanalah terkumpul segala energi," jelas dia.

Mahfuzi mengatakan angin kencang cenderung terjadi di pagi hingga sore hari. Sebab di waktu-waktu itu, terjadi penguapan (evapotranspirasi) dan radiasi tinggi.

"Ketika awan mulai terbentuk, mulailah energi ini saling bersikutan satu sama lain, bisa terjadi angin kencang, bisa kilat, bisa petir sampai hujan lebat," katanya.

Ia lantas mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Malang agar berhati-hati ketika melintas di jalan yang dipenuhi pepohonan. Jalan-jalan tersebut diantaranya Jalan Semeru, Jalan Raung, Jalan Ijen, serta kawasan Sawojajar.

"Perhatikan betul apakah pohonnya sudah tua atau tidak. Dan jangan berlindung di bawah pohon saat-saat begini," pungkasnya.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved