Malang Raya

DICARI: Mahasiswa Hukum UB Malang yang Suruh Pacar Buat Laporan Palsu ke Polisi Bahwa Dinodai Teman

Pacar AL, RN, membuat laporan palsu tentang temannya, MBE, menodai dia di tempat parkir kampus UB Malang. Laporan dilayangkan ke Polres Malang Kota.

DICARI: Mahasiswa Hukum UB Malang yang Suruh Pacar Buat Laporan Palsu ke Polisi Bahwa Dinodai Teman
ub.ac.id
ILUSTRASI - Gedung Fakultas Hukum (FH) Universitas Brawijaya (UB) Malang. 

Wakil Dekan Fakultas Hukum UB, Prijo Jatmiko, mengatakan belum menerima surat dari Polres Malang Kota.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kepolisan Resor (Polres) Malang Kota mengaku kesulitan mencari keberadaan AL, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Brawijaya (UB) yang disebut menyuruh pacarnya membuat laporan palsu.

Pacar AL, RN, membuat laporan palsu tentang temannya, MBE, menodai dia di tempat parkir kampus UB Malang. Laporan dilayangkan ke Polres Malang Kota pada 29 Agustus 2019 lalu.

“Kami masih mencari si AL ini. Kami mencari dengan melakukan profiling kepada yang bersangkutan,” tutur Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Senin (21/10/2019).

Menurut Komang, keterangan AL cukup vital dalam perkara ini. Apalagi MBE telah melaporkan balik RN dan AL karena tidak terima dituduh sebagai penoda.

“Jadi memang vital sekali keterangan si AL ini,” ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna
Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna (aminatus sofya)

Komang mengklaim telah melayangkan surat kepada UB terkait pemeriksaan AL. Namun hingga kini, kata dia, surat balasan dari kampus ternama di Malang itu belum diterima Polres Malang Kota.

“Sudah kami kirim sekitar dua minggu lalu,” ujar Komang.

Wakil Dekan Fakultas Hukum UB, Prijo Jatmiko, mengatakan belum menerima surat dari Polres Malang Kota.

“Yang kami terima hanya untuk mahasiswa D. Itu pun sudah diperiksa,” ungkap Prijo.

Ia menambahkan bahwa FH menyerahkan perkara RN dan AL tersebut ke proses peradilan. Namun, kata dia, UB memiliki aturan yang memberlakukan sanksi kepada mahasiswa yang melanggar pidana hingga ada keputusan hukum tetap (inkracht).

“Menurut buku pedoman, pelaku bisa dikeluarkan dari UB jika pidananya 2 tahun atau lebih,” tutupnya.

Seperti diberitakan, RN (19), seorang mahasiswi FH UB mengaku telah dinodai MBE (22).

Pemerkosaan dilakukan di area parkir kampus, pada 29 Agustus 2019 lalu. Hasil penyelidikan mengungkap RN telah memberikan keterangan palsu.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved