Sportarema

Doni Tata Bandingkan Persaingan dan Kesulitan di Trial Game Asphalt Malang Tahun Ini dan Tahun Lalu

Doni Tata Pradita mengungkap ketatnya persaingan di Trial Game Asphalt (TGA) tahun ini dan tahun lalu.

Doni Tata Bandingkan Persaingan dan Kesulitan di Trial Game Asphalt Malang Tahun Ini dan Tahun Lalu
dya ayu wulansari
Para pembalap yang akan berlaga di Trial Game Asphalt (TGA) 2019 seri keempat di Sirkuit Kanjuruhan, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Doni Tata Pradita mengungkap ketatnya persaingan di Trial Game Asphalt (TGA) tahun ini dan tahun lalu.

Juara umum dua tahun berturut-turut Kelas FFA 250 ini menilai kompetisi tahun ini lebih ketat dibanding tahun lalu.

Hal ini terlihat dari sengitnya balapan di lintasan sirkuit dan juga poin klasemen yang saling kejar mengejar.

“Persaingan di kelas FFA 250 tahun ini cukup ketat. Tahun ini tidak seperti tahun sebelumnya yang gampang untuk podium satu.”

“Kalau tahun ini harus kerja keras,” kata Doni Tata kepada SURYAMALANG.COM, Senin (21/10/2019).

Pembalap asal Sleman, Yogyakarta ini mengakui teknologi motor yang dipakai Tommy Salim lebih unggul.

Hal ini membuat Doni Tata mencari strategi tepat agar dapat unggul di atas lintasan.

“Teknologi motor milik Tommy lebih unggul, dan lebih cepat. Motor kami masih ketinggalan. Jadi harus upgrade lagi dan  ada peningkatan untuk seri berikutnya di Semarang.”

“Saya akan berusaha semaksimal untuk melakukan yang terbaik di seri terakhir. Semoga bisa improve, dan lebih bagus lagi.”

“Semoga bisa kesatu lagi seperti di Yogyakarta. Intinya lebih all out dan fokus,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Dya Ayu
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved