Sportarema

Para Rider Salurkan Hobi Lewat Trial Game Asphalt 2019, Begini Manfaat dan Evaluasinya

Gelaran Trial Game Asphalt (TGA) 2019 Seri Keempat di Sirkuit Kanjuruhan Kabupaten Malang telah usai.

Para Rider Salurkan Hobi Lewat Trial Game Asphalt 2019, Begini Manfaat dan Evaluasinya
SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
Para Rider di Trial Game Asphalt 2019 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Gelaran Trial Game Asphalt (TGA) 2019 Seri Keempat di Sirkuit Kanjuruhan Kabupaten Malang telah usai.

Meski telah usai karena digelar 18-19 Oktober lalu, namun euforia race masih kental terasa karena bakal lanjut digelar di Semarang Desember mendatang, terlebih bagi para peserta Kelas 150 Komunitas yang berlaga.

TGA di Malang yang dikenal selalu menarik para komunitas, hingga dicap sebagai daerah dengan peserta kelas komunitas terbanyak dari seluruh daerah yang jadi tempat diselenggrakannya TGA, membuat banyak pihak penasaran.

Hammurabi Wisadono dari Supermoto Indonesia Surabaya Kelas 150 Komunitas mengaku tertarik mengikuti ajang ini sebagai wadah hobi serta tempat yang tepat untuk mengembangkan kegemarannya dalam menunggangi si kuda besi.

“Komunitas ini sebagai wadah kami untuk menyalurkan hobi. Harus nyiapin mental dan budget juga.”

“Di TGA 2019 ini saya menggaet komunitas dari Surabaya, Batu serta Kepanjen. Total ada delapan motor dari komunitas, semua dari komunitas dan masuk kelas komunitas, animonya luar biasa.”

“Semoga kedepannya ada chapter-chapter lainnya yang ikut juga,” kata Hammurabi Wisadono kepada SURYAMALANG.COM, Senin (21/10/2019).

Hammurabi mengatakan TGA 2019 sebagai media untuk membuat supermoto lebih dikenal pada halayak umum.

“Dengan ajang ini tentu jadi ada konten untuk eksistensi komunitas. Manfaatnya bisa menarik minat  teman-teman lain ikut juga.”

“Selain itu juga memasyarakatkan supermoto, karena supermoto masih awam orang-orang tahunya trail,” ujarnya.

Sementara itu, soal evaluasi gelaran TGA 2019 ini, ia menjelaskan jika khusus untuk kelas komunitas, panitia harus lebih jelas soal regulasi yang dijalankan pada kelas ini.

“Lebih ke regulasi yang lebih ketat saja sih. Kalau komunitas legal ada kartu dari IMI, jadi validasinya jelas. Yang penting regulasi saja, jangan ada joki bayaran,” jelas Hammurabi.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved