Malang Raya

Pintar Bersama Daihatsu Kini Miliki Kurikulum untuk Dijalankan di 42 SMK di Jatim - Bali

Jika guru sudah sampai di Jakarta, maka akan semakin profesional. Dan ini akan membantu Dindik Jatim untuk penguatan SDM guru.

Pintar Bersama Daihatsu Kini Miliki Kurikulum untuk Dijalankan di 42 SMK di Jatim - Bali
sylvianita widyawati
Kegiatan pengukuhan pengurus wilayah Jatim dan Bali serta pengesahan kurikulum Pintar Bersama Daihatsu di SMK PGRI 3 Kota Malang, Senin (21/10/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Telah dilakukan pengesahan kurikulum dan sinkronisasi TKRO (Teknik Kendaraan Ringan Otomotif) untuk SMK PBD (Pintar Bersama Daihatsu), Senin (21/10/2019) di SMK PGRI 3 Kota Malang. Sekaligus pengukuhan pengurus PBD Jawa Timur dan Bali yang diketuai Lukman Hakim, Kepala SMK PGRI 3 Kota Malang.

"Kalau ada kurikulumnya, maka bisa pas dilaksanakan," jelas Lukman. Ada sebanyak 42 SMK di Jawa Timur dan Bali yang menjalankan kurikulum itu. Dari kerjasama industri ini, empat SMK swasta sudah mendapat akreditasi A. Diharapkan hal ini juga terjadi di sekolah negeri. Begitu juga sekolah lain yang ingin meningkatkan akreditasinya. "Untuk dapat akreditasi A harus banyak bersinergi," jelas kasek muda ini.

Diharapkan setelah ada kurikulum, maka bisa siswa TKRO lebih banyak yang terserap di industri. Untuk itu diperlukan kurikulum yang terintegrasi. Sehingga apa yang jadi kebutuhan industri bisa dipenuhi. Saat ini, pelatihan guru-guru masih di Daihatsu Waru. Baru akan ke Jakarta jika sudah mencapai pro tehnisi. "Guru-guru yang sudah sampai di Jakarta diharapkan bisa mengimbaskan ke guru lainnya," harapnya.

Sebab jika guru sudah sampai di Jakarta, maka akan semakin profesional. Dan ini akan membantu Dindik Jatim untuk penguatan SDM guru. Sedang Ketua PBD Pusat dari PT Astra Daihatsu Motor, Kirana Belly menyatakan ada 286 sekolah binaan Daihatsu secara nasional. Dan sebanyak 42 SMK ada di Jatim dan Bali. "Untuk ikut ini, SMK harus punya program keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif," jelasnya.

Maka semakin banyak SMK yang ikut, maka perlu dibantu korda. Di Indonesia ada tujuh korda. Selanjutnya, korda bisa support korwil. Kabid Pembinaan SMK Dindik Jatim, Suhartono hadir di acara itu. Ia berharap, jika sudah ada kurikulum yang sinkron, maka diharapkan sekolah bisa mengetahui kebutuhan industri dan memenuhinya. Sehingga bisa mempersiapkan anak didiknya. "Sebelum ada kurikulum ini, telah dilakukan bimtek," tambah Belly.

Tags
Malang
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved