Malang Raya

Waspada Pancaroba! Angin Kencang Disusul Hujan Lebat Bisa Datang Tiba-tiba di Malang Raya

Waspada Pancaroba! Angin Kencang Disusul Hujan Lebat Bisa Datang Tiba-tiba di Malang Raya

Waspada Pancaroba! Angin Kencang Disusul Hujan Lebat Bisa Datang Tiba-tiba di Malang Raya
suryamalang/ tribun
ILUSTRASI - Awan tebal di langit Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wali Kota Malang Sutiaji mengimbau masyarakar agar mewaspadai cuaca ekstrem pada saat pancaroba.

Imbauan serupa juga diberikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG).

Disebutkan, Jawa Timur sedang memasuki masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Diprediksi, musim hujan akan melanda wilayah Jawa Timur pada November 2019.

Untuk itu masyarakat diimbau mewaspadai angin kencang yang datang secara tiba-tiba.

"Saudara kita di Batu, saat ini dirundung bencana angin ribut. Sementara kita pun belum selesai dalam memadamkan api di TPA Supit Urang, Mulyorejo, Kecamatan Sukun. Ini harus menjadi perhatian dan kewaspadaan kita bersama," ucap Sutiaji, 21 Oktober 2019.

BMKG memprediksi, dalam peralihan musim ini juga akan berpotensi turunnya hujan lebat yang datang secara tiba-tiba.

Untuk itu, Sutiaji meminta agar masyarakat mulai waspada dengan lebih memperhatikan lingkungan sekitar.

Apalagi, jika hujan yang cukup lebat disertai dengan angin yang cukup kencang.

"Mari kita hidupkan kembali kegiatan kerja bakti dan bersih-bersih. Itu harus digerakkan dan dilakukan secara masive di setiap wilayah kecamatan maupun kelurahan," ucapnya.

Sementara itu, dalam mengantisipasi cuaca ekstrem, Plt Kepala Disperkim Kota Malang, Hadi Santoso menginstruksikan pasukannya agar gencar melakukan giat bersih-bersih.

Terutama dalam memonitoring dan melakukan pemaprasan terhadap ranting ranting pohon yang rapuh.

Hal itu dilakukan, agar nantinya tidak ada pihak-pihak yang dirugikan akibat cuaca ekstrim tersebut.

"Tentu dengan keterbatasan personil, maka sasaran akan dilakukan secara bertahap. Hal itu juga kami lakukan melalui satgas PUPR dalam melakukan normalisasi drainase dan saluran air yang terhambat material atau pun sampah yang menumpuk," pungkasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved