Malang Raya

Waspada Pancaroba! Hujan Lebat, Hujan Es dan Angin Kencang dari Awan Cumulonimbus Dapat Terbentuk

#MALANG - Saat pancaroba inilah, hujan lebat, hujan es dan angin kencang sesaat yang berasal dari awan Cumulonimbus dapat terbentuk.

Waspada Pancaroba! Hujan Lebat, Hujan Es dan Angin Kencang dari Awan Cumulonimbus Dapat Terbentuk
ist
ILUSTRASI - Pohon tumbang akibat angin kencang. 

#MALANG - Saat pancaroba inilah, hujan lebat, hujan es dan angin kencang sesaat yang berasal dari awan Cumulonimbus dapat terbentuk.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mengimbau masyarakat mengamati perubahan cuaca setiap waktu. Imbauan ini menanggapi kondisi angin kencang yang belakangan melanda Jawa Timur.

"Mengetahui pantauan cuaca yang dikeluarkan BMKG atau yang disiarulangkan BPBD adalah salah satu cara untuk mitigasi angin kencang," ujar Analis Kebencanaan BPBD Kota Malang, Mahfuzi, Senin (21/10/2019).

Ia menerangkan Kota Malang dan Jawa Timur secara umum sedang memasuki pergantian musim dari kemarau ke penghujan (pancaroba). Saat pancaroba inilah, hujan lebat, hujan es dan angin kencang sesaat yang berasal dari awan Cumulonimbus dapat terbentuk.

"Karena itu ketika sedang berkendara, agar selalu berhati-hati. Saat melintas di jalanan yang banyak pohonnya jangan lupa waspada," ujarnya.

Mahfuzi mengatakan, mitigasi selanjutnya bisa dilakukan dengan monitoring pohon berusia senja. Apabila menemui pohon dengan akar dan batang pohon yang lapuk dapat segera menghubungi BPBD atau Disperkim Kota Malang.

"Juga jauhi pohon yang sudah lapuk. Kalau biaa jangan berlindung di bawah pohon jika terjadi angin kencang," ucap dia.

BPBD Kota Malang mencatat kecepatan angin setiap harinya berada diangka 40 km/jam hingga 50 km/jam. Kecepatan angin itu masuk kategori angin kuat dimana cabang besar pohon sudah bisa digerakkan.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved