Kabar Kediri

Cerita Mukidi di Kediri Terkena Ledakan Balon yang Melayang Sejauh 50 Km dari Singosari, Malang

MUKIDI, satu dari delapan korban ledakan balon udara di Desa Manggis, Kediri. Balon itu berasal dari Singosari, Malang sejauh 50 Km.

Cerita Mukidi di Kediri Terkena Ledakan Balon yang Melayang Sejauh 50 Km dari Singosari, Malang
didik mashudi
KORBAN BALON MELEDAK - Mukidi, salah satu korban ledakan balon di Desa Manggis Kecamatan Puncu, Kediri. Telapak tangannya terbakar usai dirawat di RSUD Pare, Selasa (22/10/2019). 

MUKIDI, satu dari delapan korban ledakan balon udara di Desa Manggis, Kediri. Balon itu berasal dari Singosari, Malang, sejauh 50 Km.

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Ledakan balon peringatan Hari Santri Nasional milik Yayasan Al Maarif, Singosari, Kabupaten Malang telah mengakibatkan 8 orang korban mengalami luka bakar tangan dan wajahnya, Selasa (22/10/2019).

Para korban adalah warga Desa Manggis Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Balon itu melayang dari Singosari hingga Kediri yang jika ditarik garis lurus sejauh sekitar 50 Km.  

Berdasarkan pengukuran di Google Maps, jika ditarik garis lurus dari Singosari, Malang ke Desa Manggis, Kediri, terentang jarak sekitar 50 Km.
Berdasarkan pengukuran di Google Maps, jika ditarik garis lurus dari Singosari, Malang ke Desa Manggis, Kediri, terentang jarak sekitar 50 Km. (google maps)

Mukidi (48), salah satu korban ledakan balon menjelaskan, kronologi kejadian yang menimpanya bermula saat melihat segerombolan balon dari arah timur ke barat. Ada dua gerombolan balon, salah satunya ada umbul-umbulnya.

Selanjutnya balon tersangkut di pohon sengon yang ada kawasan hutan RPH Manggis Petak 60 D, Desa Manggis Kecamatan Puncu

Setelah tersangkut di pohon sengon, segerombolan balon kemudian menjadi rebutan orang banyak yang kebetulan ada di sekitar TKP. Malahan balon yang tersangkut di pohon sengon menjadi rebutan.

Namun tiba-tiba segerombolan balon yang jumlahnya puluhan setelah diturunkan dan menjadi rebutan tiba-tiba meledak.

"Talinya sempat saya pegang, namun akhirnya meledak," jelas Mukidi usai.menjalani perawatan di RSUD Pare.

Mukidi tidak tahu persis penyebab meledaknya balon namun dugaannya, saat terjadi rebutan balon ada yang membawa rokok dan balon terkena putung rokok hingga akhirnya meledak.

"Kira-kira ada yang membawa rokok. Kalau tidak kena percikan api tidak mungkin meledak," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved