Malang Raya

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang: Kredit Macet Turun Jadi 2,4 Persen

Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang berada di angka 2,4 persen pada triwulan III.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang: Kredit Macet Turun Jadi 2,4 Persen
web
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM - Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang berada di angka 2,4 persen pada triwulan III tahun 2019. Jika dibandingkan triwulan II di tahun yang sama, angka ini terbilang turun.

"Secara gross per Oktober ini NPL kami 2,4 persen. Juni lalu atau triwulan II kami ada di angka 5 persen," tutur Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri, Selasa (22/10/2019).

Ia mengungkapkan penurunan ini disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit kepada debitur.

"Pertumbuhan kreditnya ditopang juga dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit. Sehingga perbankan lebih selektif dalam menyalurkan kredit," jelas dia.

Sugirato mengatakan OJK Malang terus berupaya menjaga NPL diangka kurang dari 3 persen. Caranya adalah dengan menambah penyaluran kredit namun tetap memperhatikan prinsip pemberian kredit sehat.

"Jadi jangan sampai nanti penambahan itu malah memperbesar NPL," ujarnya.

Selain menjaga NPL, ia juga menarget pertumbuhan penyaluran kredit di tahun 2019 naik menjadi 10 persen. Industri yang bakal didorong untuk mengajukan guyuran dana adalah sektor manufaktur, perdagangan dan pariwisata. Hingga saat ini, penyaluran kredit di wilayah OJK Malang tembus Rp 40 triliun.

"Saat ini penyaluran kredit sudah 9,92 persen," katanya.

Sugiarto menyebut kinerja industri jasa keuangan di wilayah kerja OJK Malang mengalami pertumbuhan positif per Agustus 2019. Aset, kredit dan dana pihak ketiga dari kinerja industri bank umum konvensional masing-masing tumbuh sebesar 10,74 persen, 10,21 persen dan 8,63 persen.

"Kami terus berupaya agar NPL kami tetap terjaga dan kalau bisa terus turun. Berikutnya adalah target mewujudkan keuangan inklusi sebesar 75 persen tahun depan," tutupnya.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved