Malang Raya

Tersangka Baru Kasus Penjualan Aset Pemkot Malang Mangkir dari Pemeriksaan Jaksa

Tersangka Baru Kasus Penjualan Aset Pemkot Malang Mangkir dari Pemeriksaan Jaksa

aminatus sofya
Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Ujang Supriadi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Tersangka baru kasus penjualan tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Malang di Jalan BS Riadi, Kelurahan Oro-oro Dowo, Candra Heri Putra tidak menghadiri panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang. Warga Jalan Jodipati, Kecamatan Blimbing itu mangkir dari pemeriksaan perdananya sebagai tersangka.

"Seharusnya Selasa (22/10) itu kami ada agenda pemeriksaan kepada C. Tapi dia tidak hadir," ujar Kasi Pidsus Kejari Kota Malang, Ujang Supriadi, Rabu (23/10/2019).

Chandra resmi ditetapkan tersangka oleh Kejari Kota Malang pada 7 Agustus lalu. Ia diduga bersama-sama Leonardo Wiebowo Soegio, warga Jalan Buring memalsukan sertifikat tanah di Oro-oro Dowo milik Pemkot Malang.

Peran Chandra terungkap saat persidangan Leonardo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Chandra disebut memberikan uang Rp 400 juta kepada Leonardo untuk tambahan modal pembelian tanah dan bangunan Oro-Oro Dowo.

Ujang mengatakan bakal melayangkan surat pemanggilan kedua bagi Chandra setelah panggilan pemeriksaan pertama diabaikan. Apabila tak juga hadir hingga tiga kali, maka akan dilakukan penjemputan paksa.

"Kalau sampai tiga kali maka bisa dijemput paksa," ucapnya.

Selain Chandra, tiga orang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Leonardo, notaris Natalia Christiana, warga Jalan Taman Gayam Malang dan pegawai Badan Pertanahan Nasional bernama Nanang Rofii.

Empat orang ini diduga berkomplot menjadikan tanah seluas 346 meter berpindah tangan dari Pemkot Malang.

Kasus ini bermula dari laporan Maria Purbowati yang mengaku ditipu oleh Leonardo saat bertransaksi tanah di Jl Brigjen Slamet Riadi, Kelurahan Oro-Oro Dowo.

Maria menemukan ketidakabsahan sertifikat nomor 1606 yang ternyata milik negara. Dari sana, terbongkar aksi Leonardo dan kawanannya mengkonversi aset milik Pemkot Malang.

Berkat konversi palsu ini, terbit sertifikat SHM nomor 1603 yang kemudian dipecah menjadi beberapa SHM lagi. Salah satu SHM yang terbit adalah SHM nomor 1606 yang dijual kepada Chandra.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved