Senin, 11 Mei 2026

Kabar Ponorogo

Api Menyembur dari Tanah di Ponorogo, Jika Benar Akibat Limbah Jamu, Mengapa Sebulan Belum Padam?

Api Menyembur dari Tanah di Ponorogo, Jika Benar Akibat Limbah Jamu, Mengapa Sebulan Belum Padam?

Tayang:
Editor: yuli
BPBD Ponorogo
Petugas BPBD Kabupaten Ponorogo memadamkan api yang keluar dari tanah di Dukuh Ringin Surup, Desa Kupuk, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. 

SURYAMALANG.COM, PONOROGO - Peristiwa api menyembur dari tanah di Dusun Ringin Surup, Desa Kupuk Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menggegerkan warga setempat.

Api yang keluar dari tanah itu muncul di lahan milik Bonatun itu sudah terjadi dalam satu bulan terakhir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo Setyo Budiono membenarkan informasi mengenai fenomena api yang keluar dari tanah warga itu.

Budi mengatakan, api yang keluar dari tanah itu diduga karena limbah jamu. "Itu bukan fenomena alam. Tetapi diduga karena limbah jamu yang dikubur di area tersebut," kata Budi saat dikonfirmasi, Jumat.

Menurut Budi, kejadian api keluar dari tanah sudah menjadi hal yang biasa. Hal itu dipastikan setelah ia berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Menurut PVMBG, kejadian seperti ini sudah biasa dan tidak berlangsung lama. Selain itu, kejadian api keluar dari tanah tidak hanya terjadi di Ponorogo saja," kata Budi.

Budi mengatakan, wilayah Kecamatan Bungkal tidak memiliki potensi sumber daya alam seperti gas dan minyak.

Dengan demikian, dapat dipastikan api yang keluar dari tanah bukan karena gas alam atau minyak bumi.

Budi menjelaskan, sebelum dijadikan tempat pembuangan limbah jamu, tanah seluas 8 x 15 meter itu pernah digali sedalam 3 meter untuk pembuatan batu bata.

Setelah itu, tempat itu dibuat pembuangan sampah jamu. Sampah jamu itu diduga mengeluarkan gas di saat musim kemarau, akibat panas yang tinggi.

Menurut Budi, kondisi itu mengakibatkan munculnya bara api di dalam tanah. Terkait persoalan ini, BPBD Ponorogo sudah mengerahkan tiga tangki air untuk pemadaman hingga malam hari.

Namun, setelah beberapa jam kemudian, api muncul lagi. Budi menduga banyaknya timbunan sampah jamu yang menjadikan api sulit dipadamkan.

Polisi juga sudah memasang garis polisi di area tanah yang mengeluarkan api. Selain itu, diberikan papan berisi peringatan agar warga tidak mendekat. kompas.com

Misteri Suara Gemuruh dari Dalam Tanah di Pegunungan Wilayah Ponorogo, Benarkah Terkait Pancaroba?

BPBD Kabupaten Ponorogo memantau suara gemuruh dari dalam tanah di pegunungan Desa Pudakkulon. Suara gemuruh diduga ada kaitannya dengan peralihan musim atau pancaroba.
BPBD Kabupaten Ponorogo memantau suara gemuruh dari dalam tanah di pegunungan Desa Pudakkulon. Suara gemuruh diduga ada kaitannya dengan peralihan musim atau pancaroba. (bpbd ponorogo)
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved