Malang Raya

Ratusan Siswa SMA Nasional Kota Malang Sampaikan Gagasan dalam 'Cangkrukan Bung Tomo'

Ratusan siswa SMA Nasional Kota Malang mengikuti "Cangkrukan Bung Tomo" di lapangan sekolah, Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: yuli
sylvianita widyawati
Ratusan siswa SMA Nasional Kota Malang mengikuti "Cangkrukan Bung Tomo" di lapangan sekolah, Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun, untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2019). 

SURYAMALANG.COM, SUKUN - Ratusan siswa SMA Nasional Kota Malang mengikuti "Cangkrukan Bung Tomo" di lapangan sekolah, Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun, untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, Senin (28/10/2019).

Mereka memakai baju daerah karena usai pawai budaya ke sekitar sekolah.

Menurut Rusdi, Kepala SMA Nasional, di cangkrukan, perwakilan siswa bisa menyampaikan berbagai gagasan tentang apa yang mereka inginkan buat Indonesia.

"Di Indonesia ini sekarang sedang terjajah tehnologi. Kalian berkumpul dengan orangtua kadang masih sambil chat WA. Sehingga kalian lupa apa yang terjadi di Indonesia, di Malang," ujar Rusdi mengawali cangkrukan. Maka ia meminta perwakilan siswa sebanyak dua siswa menyampaikan gagasan kebangsaan. Misalkan perwakilan kelas 10 IPA 2 menyatakan Indonesia kaya sumberdaya alam. "Ada laut, sawah. Tapi masih banyak yang impor. Seperti garam, beras," kata siswa.

Ia menyatakan, NKRI sebagai harga mati jangan hanya dijadiakan slogan tanpa arti. "Maka peran pemuda diperlukan agar Indonesia makin lebih baik nanti dan harus punya semangat seperti pejuang-pejuang dahulu," ujarnya. Siswa lain menyatakan karena kurang terkelola baik SDA (Sumber Daya Alam), maka masih ada yang berjuang mencari nafkah keluar negeri sebagai buruh migran. Di sisi SDA potensial dikelola oleh perusahaan luar negeri.

Sedang perwakilan kelas 12 IPS 1 juga ingin Indonesia besar dan maju. Salah satunya lewat pendidikan, memajukan sarana prasarana kesehatan, memperbaiki ekonomi dll. "Indonesia timur juga harus maju," kata siswa. Ia juga menyampaikan soal pengolahan sampah agar bisa bernilai ekonomi serta menyakini Indonesia bisa bebas narkoba dan korupsi jika ada komitmen yang kuat.

Sementara perwakilan kelas 12 IPA 1 menyoroti masih ada hutang Indonesia meski di sisi lain ada pertumbuhan ekonomi. Untuk itu perlu pergerakan ekonomi di segala sektor. Mereka juga menyampaikan perlu penguatan KPK sehingga bisa bebas bergerak untuk memberantas korupsi di Indonesia. Dijelaskan kasek, Hari Sumpah Pemuda juga perlu populerkan ke siswa sebagaimana Hari Kemerdekaan RI.

Sebab dari Hari Sumpah Pemuda, kebhinekaan Indonesia adalah satu. Meski beda bahasa karena banyak suku, tapi satu Indonesia. Begitu juga bahasa. "Di SMA ini juga dari beragam daerah di luar Jawa Timur," ujar Rusdi. Kegiatan cangkrungan dikemas santai. Ada dua MC di acara itu. Jika ada gagasan siswa usai disampaikan, kasek secara bercanda menanyakan ke MC ini cocok jadi menteri apa?

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved