Universitas Brawijaya Malang

Wakil Ketua MPR, Fadel Muhammad, Berbagi Pengalaman Mengelola Koperasi Mahasiswa di UB Malang

Wakil Ketua MPR, Fadel Muhammad, Berbagi Pengalaman Mengelola Koperasi Mahasiswa di UB Malang

Wakil Ketua MPR, Fadel Muhammad, Berbagi Pengalaman Mengelola Koperasi Mahasiswa di UB Malang
fb/Fadel Muhammad
Fadel Muhammad 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wakil Ketua MPR RI Prof Dr Fadel Muhammad berbagi pengalaman mengelola koperasi mahasiswa (kopma) di kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang, Senin (28/10/2019).

Ia pernah aktif kopma ITB Bandung saat mahasiswa. Kopma UB sudah tidak aktif sejak 41 tahun lalu.

"Belajar berwirausaha di kopma adalah fase awal jadi pengusaha agar bisa unggul kelak," jelas Fadel dalam acara sarasehan koperasi untuk kegiatan kopma UB reborn.

Menurutnya, untuk jadi pengusaha tidak bisa serba kebetulan. Tapi harus memiliki jiwa kewirausahaan. Saat di kopma ITB lalu, Fadel menyatakan membuat usaha kaos kampus. Sedang yang mendesain mahasiswa yang memiliki kompetensi di bidang itu.

"Waktu itu dijual ke SMA-SMA, ke perguruan tinggi lain juga," kata mantan Gubernur Gorontalo yang juga guru besar FIA UB Malang bidang kewirausahaan ini.

Usaha branding ITB lewat penjualan kaos cukup berhasil. Yang berhasil menjualkan diberi fee. Itu bisa diterapkan di kopma dan alumni UB. Sebab potensinya sangat besar dengan jumlah mahasiswa keseluruhan mencapai 68.000 orang. "10.000 saja yang mau belanja sudah bagus," kata politisi Partai Golkar ini.

Menurutnya, saat ia ke perguruan tinggi di luar negeri, biasanya ia juga membeli oleh-oleh di toko kampus. "Jadi pengusaha harus didesain lewat kampus. Bukan karena kebetulan. Lewat kopma bisa melahirkan embrio pengusaha," katanya. Ia yakin, banyak ide-ide bisa dilahirkan mahasiswa lewat usaha di kampus. Untuk itu ia memberi kiat. Pertama yaitu menjadi pengusaha dari kopma harus punya spirit atau jiwa wirausaha, berwawasan ke depan.

Kedua, harus punya kemampuan mengatur strategi dan ketiga melakukan upaya smart dan semangat. Sedang Rulli Nuryanto SE MSi, Deputi Menteri bidang SDM Kementrian Koperasi dan UMKM menambahkan membangun usaha bisa lewat koperasi dengan komunitas. "Dengan koperasi bisa mengembangkan diri secara equal. Tidak ada lagi orang bilang kerja di koperasi, karena semua adalah pemilik koperasi," kata Rulli.

Wakil Ketua MPR RI Prof Dr Fadel Muhammad berbagi pengalaman mengelola koperasi mahasiswa (kopma) di kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang, Senin (28/10/2019).
Wakil Ketua MPR RI Prof Dr Fadel Muhammad berbagi pengalaman mengelola koperasi mahasiswa (kopma) di kampus Universitas Brawijaya (UB) Malang, Senin (28/10/2019). (sylvianita widyawati)

Di era disrupsi, banyak jenis pekerjaan hilang. Tapi banyak juga usaha terbuka dengan memanfaatkan teknologi IT. Ia mendorong pengurus kopma dan alumni untuk menyeriusi pengeloaannya karena dari rektor sudah memberi dukungan. "Ini sangat penting dan manfaatkan sebaik-baiknya," jelas Rulli. Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani MS menyatakan kopma UB pernah berjaya dan terbaik.

Ia ingin itu dikembangkan lagi oleh pengurus. Salah satu hasilnya kopma dulu adalah asrama mahasiswa. Ditambahkan Rulli, saat ini kementrian melakukan revitalisasi koperasi. Yang tidak aktif koperasi dan pengurusnya banyak yang dibubarkan. Caranya dengan melakukan reorientasi. Kemudian penguatan lembaga dimana fokus memperbanyak anggota bukan jumlah koperasi. Serta melakukam rehabilitasi berupa pembenahan data-data.

"Di era big data, ini penting. Sehingga kami bisa melakukan tindakan dan kebijakan yang tepat pada koperasi tersebut," paparnya. Sementara untuk mahasiswa yang aktif di kopma diyakini memperoleh banyak hal positif. Yaitu belajar mengelola usaha, pengaplikasikan ide-ide bisnis secara benar, belajar kepemimpinan bagaimana mengelola badan usaha dan belajar menjalin networking dengan wirausaha lewat koperasi.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved