Kabar Jakarta

Kondisi Kejiwaan Ibu Cekoki Anak Air Galon hingga Tewas Karena Depresi, Kenali Tanda dan Gejalanya

Kondisi kejiwaan Ibu cekoki anak air galon hingga tewas karena depresi, kenali tanda dan gejalanya yang tak kasat mata.

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/kolase ilustrasi Net
Ilustrasi wanita dan air galon 

Stimulan rasa sakit ternyata memiliki dampak lebih besar pada mereka yang menderita depresi.

Bisa jadi Moms awalnya merasa sehat-sehat saja di awal hari.

Namun setelah duduk beberapa lama, tiba-tiba Moms merasa sakit punggung, atau sekujur tubuh terasa nyeri.

Moms perlu waspada, ini bisa menjadi tanda-tanda depresi.

 3. Sakit kepala

Hampir setiap orang mengalami sakit kepala sesekali.

Sakit kepala merupakan kondisi sangat umum sehingga sering dianggap sebagai sesuatu yang tidak serius.

Namun jika Moms hampir setiap hari merasakan sakit kepala, Moms perlu waspada.

Tidak seperti sakit kepala biasa yang menyiksa, sakit kepala berkaitan dengan depresi tidak selalu mengganggu kegiatan sehari-hari.

Biasanya sakit kepala terkait depresi terasa seperti sensasi berdenyut ringan, terutama di sekitar alis.

Walau dapat diredakan dengan obat-obatan biasa, biasanya sakit kepala ini akan kembali lagi.

4. Perut terasa tak nyaman

Sama seperti sakit kepala, rasa sakit pada perut juga bukan hal asing.

Beberapa kondisi medis seperti haid, gangguan pencernaan, indikasinya ialah sakit perut.

Ternyata depresi pun dapat menyebabkan sakit perut.

Faktanya, peneliti dari Harvard Medical School menemukan jika gangguan perut seperti kram, kembung, dan bisa menandakan kesehatan mental yang buruk.

Berdasarkan penelitian tersebut, depresi dapat menyebabkan sistem pencernaan yang meradang, tetapi kerap disalah artikan sebagai penyakit pencernaan.

5. Masalah penglihatan

Riset yang dilakukan di Jerman menemukan adanya kaitan antara depresi dan penurunan fungsi mata.

Pada penelitian tersebut, penderita depresi ditemukan memiliki kesulitan membedakan warna hitam dan putih.

Peneliti menyebut kondisi ini sebagai perbedaan persepsi kontras.

Hal ini bisa menjelaskan alasan depresi menyebabkan pandangan tampak kabur.

6. Masalah pencernaan

Bukan karena salah makan, beberapa kondisi seperti sembelit maupun diare ternyata juga bisa disebabkan oleh depresi.

Seringkali kita mengasosiasikan masalah pencernaan sebagai penyakit bersumber dari gangguan fisik.

Ternyata emosi seperti rasa sedih, kegelisahan, serta kepanikan dapat mengganggu kerja sistem pencernaan.

Bahkan para peneliti menemukan adanya kemungkinan nyeri lambung juga disebabkan oleh rasa cemas berlebih dan depresi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved