Breaking News:

Malang Raya

Hadapi Siswa Milenial, Guru SMK di Kota Malang Diajari Bikin Konten Video Pembelajaran

Guru mendapat konsep flip learning, bikin konten digital, bicara di depan HP dan bagaimana membuat kuis interaktif.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: yuli
sylvianita widyawati
Para guru SMK dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti pelatihan "Meningkatkan Kualitas Belajar Mengajar Melalui Konten Video" di SMKN 4 Kota Malang, Rabu (30/10/2019). 

Guru mendapat konsep flip learning, bikin konten digital, bicara di depan HP dan bagaimana membuat kuis interaktif.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN -Menghadapi siswa milenial, guru saat ini perlu menembah kemampuan membuat konten video pembelajaran. Karena itu puluhan guru SMK dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti kegiatan "Meningkatkan Kualitas Belajar Mengajar Melalui Konten Video" di SMKN 4 Kota Malang, Rabu (30/10/2019).

Narasumbernya adalah Dedy Budiman MPd, Champion Sales Trainer. Agar mudah, guru cukup memanfaatkan HP android mereka karena cukup efisien dikerjakan di manapun. Dedy juga telah membuat aplikasi bikin video gratis yang memudahkan guru. Alasan menggarap guru karena relatif bertahan lama di sekolah.

"Tiga tahun terakhir saya lebih mengajarkan ke siswa. Tapi siswa kan tiga tahun berganti. Tapi guru-guru kan relatif menetap di sekolah karena jarang mutasi," jelas Dedy pada suryamalang.com saat berbincang di SMKN 4. Dijelaskan, pada siswa milenial lebih suka pada pembelajaran menggunakan multimedia.

Pada kegiatan yang disponsori oleh astraotoshop.com, guru mendapat konsep flip learning, bikin konten digital, bicara di depan HP dan bagaimana membuat kuis interaktif. Pada pengajaran di kelas, kebanyakan guru masih model konservatif dimana siswa jadi pasif. Tapi dengan konsep flip learning, pembelajaran menjadi lebih aktif.

Sehingga transfer ilmu dari guru ke siswa sudah terjadi saat pra kelas. Saat di kelas, maka akan terjadi proses diskusi karena siswa sudah belajar bahannya terlebih dahulu. Misalkan sudah melihat video pembelajarannya. "Sehingga akan menimbulkan active learning di kelas. Karena itu efeknya ada 4C yaitu communication, collaboration, critical thinking dan creativity," paparnya.

Jika ini terjadi, maka memudahkan mengaplikasikan HOTS (High Order Thinking Skills). "Selama ini sulit dilakukan karena model pembelajarannya konservatif," jelas Dedy. Dalam kegiatan itu, Dedy membagi-bagi peserta dalam kelompok kecil. Sehingga akan memudahkan dalam pengerjaan tugasnya. Ia berharap nanti guru-guru SMK bisa mengaplikasikan pembuatan video-video mapel sehingga pembelajaran lebih efektif dan menarik bagi siswa.

"Kendala di pembuatan video biasanya memang di konten. Dan biasanya guru mungkin juga tidak terbiasa berbicara di depan kamera HP sendiri," kata pria energik ini. Sementara Kepala SMKN 4 Kota Malang, Wadib Suudi berharap pelatihan makin meningkatkan kompetensi guru. Apalagi di era revolusi industri 4.0, tantangan makin besar buat guru.

"Mungkin pekerjaan yang tak akan hilang di era 4.0 adalah guru. Tapi tak hanya mengajar namun juga harus bisa mendidik para siswa dengan pendidikan karakter," katanya. Penggunaan HP bagi siswa juga ada positifnya untuk pembelajaran. Seperti bisa melihat live sidang korupsi lewat youtube. Siswa jadi tahu bagaimana kegiatan di pengadilan dan bahasa-bahasa hukum yang dipakai.

Ia berharap guru-guru yang ikut kegiatan ini nanti bisa mengaplikasikannya di sekolah. "Selama ini memang siswa yang bikin. Guru kemudian mengumpulkan yang terbaik dan dipakai di kelas," jelas Wadib. Sementara itu, pemanfaatan teknologi informasi sudah dipakai di SMKN 4. Seperti saat guru tidak masuk, siswa bisa melihat materinya.

Begitu juga bagi siswa yang prakerin (praktek kerja industri) selama setahun. Tugas bisa dikirim lewat email dan modul pembelajaran dan ujian sudah online karena siswa prakerin di berbagai daerah selama setahun.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved