Kabar Kediri

Suasana Tempo Doeloe di Pasar Papringan, Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri

Suasana Tempo Doeloe di Pasar Papringan, Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri

Suasana Tempo Doeloe di Pasar Papringan, Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri
didik mashudi
Suasana Pasar Papringan Desa Wisata Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Berada di bawah papringan atau di bawah rumpun bambu tidak menjadi penghalang bagi pengunjung. Justru lokasi di bawah papringan menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang.

Pasar Papringan Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri selalu ramai didatangi pengunjung. Malahan pengunjung yang datang tidak hanya dari sekitar Kediri tapi juga dari luar kota.

Suasana pasar tradisional yang buka hari Minggu ini mengingatkan kita pada kondisi pasar pada tempo dulu. Masyarakat yang selama ini menjadi pengelola pasar telag sadar menampilkan pelayanan terbaiknya.

GOOGLE MAPS - Desa Jambu Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri

Para penjual dagangan di Pasar Papringan Desa Jambu mengingatkan kita pada paruh waktu tahun 1960 an. Perempuan yang menjual dagangan di pasar semuanya mengenakan busana zaman dahulu, pakaian bawah kain kemben jarit dipadu dengan baju lorek lengan panjang dengan belahan dada terbuka yang biasa dipakai perempuan Jawa zaman dahulu.

Termasuk lapak atau tempat berjualan memakai lincak bambu sederhana. Wadah-wadah untuk berjualan juga banyak mengadopsi peralatan gerabah tanah liat serta anyaman bambu seperti besek, wakul dan keranjang.

Sedangkan menu yang dijual juga mengenangkan kita makanan menu tempo doeloe berupa jajanan pasar. Ada nasi ampok jagung, nasi tiwul, cenil, rujak uleg, jenang grendul dan dawet ayu.

Meski begitu juga ada menu masa kini seperti susu kambing Etawa, aneka es jus, aneka jenis jenang, krupuk dan srabi. Para penjual yang ada di Pasar Papringan merupakan perwakilan warga dari masing-masing RT yang ada di Desa Jambu.

Karena berlokasi di bawah papringan, suasana mengenang masa lalu sangat kental. Di pintu masuk ada sepeda kayuh butut yang biasa dipakai penjual sayuran keliling dengan capil anyaman bambu.

Halaman
12
Penulis: Didik Mashudi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved