Malang Raya

Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jatim Ingatkan Sarjana Teknik soal Pendidikan Profesi

Di Kota Malang ada tiga perguruan tinggi yang ditunjuk jadi penyelenggara pendidikan profesi insinyur yaitu UB, UMM dan Unisma.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: yuli
ub
Guru besar UB Malang Prof Dr Ir M Bisri MS. 

Di Kota Malang ada tiga perguruan tinggi yang ditunjuk jadi penyelenggara pendidikan profesi insinyur yaitu UB, UMM dan Unisma. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur, Prof Dr M Bisri MS, menyatakan, masih banyak sarjana teknik yang belum mengikuti pendidikan profesi insinyur. Padahal di UU nomor 11/2014 sudah jelas aturannya (download PDF). 

"Bahkan PP nya juga sudah ada," jelas Bisri kepada Suryamalang.com, Senin (4/11/2019).

Ia khawatir jika UU ini benar diberlakukan tahun ini karena sudah mencapai lima tahun sejak diundangkan.

Hal ini terutama di pasal 50 tentang ketentuan pidananya. "Ya semoga bisa diberlakukan bertahap," kata mantan Rektor UB Malang ini.

Sebab yang mengikuti pendidikan profesi insiyur masih sedikit. Sedang jumlah sarjana teknik cukup banyak. Dikatakan, jika belum mengikuti pendidikan profesi insinyur tapi sudah berpraktik dan bertindak seperti insinyur, ada ancaman pidananya. Yaitu hukuman pidana dua tahun atau denda pidana Rp 200 juta.

Jika sampai mengakibatkan kecelakaan, cacat atau hilangnya nyawa, harta benda, maka pidananya bisa mencapai 10 tahun atan denda hingga Rp 1 Miliar. Karena khawatir diberlakukan, ia menghimbau agar sarjana teknik mengikuti pendidikan profesi insinyur.

"Bagi yang fresh graduate bisa ikut kuliah selama setahun. Tapi yang sudah punya pengalaman bisa ikut pendidikan selama setengah tahu dengan RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau)," papar Bisri.

Saat ini baru 40 perguruan tinggi yang mendapat amanah membuka prodi Pendidikan Profesi Insinyur.

"Saya mendorong pemerintah membuka di semua perguruan tinggi agar memudahkan para sarjana teknik," ujarnya.

Kota Malang Terancam Banjir Bandang, Perlu Gali 1.000 Sumur Injeksi Ukuran 1x10 Meter

Ia menyatakan, dirinya juga baru selesai mengikuti PPI dengan RPL selama setengah tahun di UB. Dan gelar insinyurnya dulu diperoleh karena saat itu memang seperti itu.

"Saya jika sedang di perguruan-perguruan tinggi juga selalu menyosialisasikan. Karena nanti jika diberlakukan, saya khawatir akan sulit mendapatkan pekerjaan," paparnya.

Rendahnya minat sarjana teknik untuk mengikuti pendidikan profesi insinyur karena banyak yang kurang tahu soal UU ini.

Ia mencontohkan pemberlakuan proses hukum untuk yang bertindak seperti insinyur yang terkena kasus jalan ambles. PPI sebagaimana pendidikan profesi lainnya.

Misalkan sarjana kedokteran belum bisa praktik jika belum mengikuti pendidikan profesi kedokteran. Begitu juga sarjana ekonomi yang belum ikut pendidikan profesi akuntan tidak boleh berpraktik sebagai akuntan.

Di Kota Malang ada tiga perguruan tinggi yang ditunjuk jadi penyelenggara pendidikan profesi insinyur yaitu UB, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Unisma. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved