Universitas Brawijaya Malang

Rektor UB Malang Terkesan Perpustakaan Digital Buatan Mahasiswa Vokasi

Berbagai karya mahasiswa Vokasi Universitas Brawijaya (UB) Malang digelar di Samantha Krida bertajuk Creanomic 2019.

Rektor UB Malang Terkesan Perpustakaan Digital Buatan Mahasiswa Vokasi
sylvianita widyawati
Rektor Universitas Brawijaya Malang sedang melihat stand pengembangan perpustakaan digital oleh mahasiswa Perpustaaan dan Arsip Program Vokasi UB di Creanomic 2019, Selasa (5/11/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Berbagai karya mahasiswa Vokasi Universitas Brawijaya (UB) Malang digelar di Samantha Krida bertajuk Creanomic 2019. Acara dibuka oleh Rektor UB Prof Dr Ir Nuhfil Hanani MS, Selasa (5/11/2019). Ia berkeliling ke sejumlah stan kreasi mahasiswa.

"Saya terkesan dengan pengembangan perpustaan digital. Nanti bisa dikembangkan juga ke perpustakaan pusat UB. Jadi tak perlu tempatnya luas tapi koleksinya banyak dengan QR Code," jelas Nuhfil saat ditanya suryamalang.com. Nuhfil dan pejabat lainnya sempat mengunjungi stand QR Code dari mahasiswa Perpustaan dan Arsip dan dijelaskan manfaatnya.

"Ini sudah kami terapkan di Vokasi Pak," jelas Eriko B, mahasiswa semester 3. Idenya dari rata-rata ruang baca tak terlalu luas. Tapi ini bisa disiasati dengan mengoneksikan dengan e book dengan QR Code. Maka meski ruang terbatas, tapi bahan bacaannya ssngat banyak. "Saya yakin jika dilakukan, maka teman-teman mahasiswa akan senang," papar dia.

Sebab kadang mencari buku di perpustaaan kadang kala sedang tidak ada. Tapi dengan QR Code, maka buku tetap bisa dibaca dimana saja. "Lagian sekarang HP teman-teman mahasiswa sudah canggih. Tinggal pakai internet atau wifi bisa dilakukan," jelasnya. Persiapan tentang ini sudah sejak setahun terakhir dan dilauching saat Creanomic.

Sedang Dr Ir Darmawan Octo Sucipto MSi, Ketua Program Pendidikan Vokasi UB menjelaskan ada yang beda di Creanomic tahun ini. Yaitu ada pemilihan Putra Putri Vokasi. "Vokasi kan sering didatangi tamu luar negeri. Kami ingin ada hospitality selain mereka bisa berbahasa Inggris," jelas Octo. Selain itu juga ada entrepreneurship. "Ini saya tuntut jalan. Agar nanti jika mereka lulus bisa jadi bekal buat mereka," paparnya.

Sebab jika nanti tidak ingin bekerja dengan orang lain, maka harus memiliki bekal kewirausahaan. Sedang untuk vokasi, saat ini sedang menunggu kepastian status PTNBH buat UB.

"Nanti rencana bisa bernama Sekolah Vokasi," jawabnya. Di kampus Dieng sedang dilakukan pembangunan lab terpadu untuk vokasi. Namun perkuliahan tetap di kampus utama. "Saya ingin lab terpadu nanti bisa lab berkolaborasi dengan dudi (dunia industri)," paparnya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved