Sabtu, 2 Mei 2026

Persebaya Surabaya

Ujian Berat Aji Santoso di Persebaya Surabaya

Manajemen Persebaya yakin kehadiran pelatih Aji Santoso bisa membawa kebangkitan Bajul Ijo dari kondisi sulit seperti sekarang.

Tayang:
Penulis: Khairul Amin | Editor: Zainuddin
persebaya.id
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA –  Manajemen Persebaya yakin kehadiran pelatih Aji Santoso bisa membawa kebangkitan Bajul Ijo dari kondisi sulit seperti sekarang.

Label sebagai mantan pemain dan pelatih Persebaya dirasa tepat untuk mengisi kursi kepelatihan yang kali terakhir diisi oleh Wolfgang Pikal.

Aji Santoso merupakan mantan pemain Persebaya 1995-1999.

Bersama Persebaya, pemain berposisi bek kiri itu menyumbangkan gelar juara Liga Kansas Indonesia (1996/1997).

Sebagai pelatih, Aji Santoso juga pernah membawa Persebaya melewati play-off ISL musim 2009-2010 dengan status sebagai caretaker.

Kemudian Aji Sansoto menjadi arsitek Persebaya era IPL.

“Coach Aji berpengalaman, mantan pemain Persebaya, dan mantan pelatih Persebaya juga. Itu pertimbangan kami,” terang Candra Wahyudi, manajer Persebaya kepada SURYAMALANG.COM, Senin (4/11/2019).

“Kedekatan personal dengan beberapa pemain juga bisa menjadi pintu masuk bagi coach Aji membuat suasana tim ini lebih bagus,” tambah Candra.

Kondisi sulit Persebaya bukan hanya di posisi klasemen sementara di Liga 1 2019 yang terlempar ke posisi 11 setelah enam laga terakhir puasa kemenangan.
Kerusuhan yang dilakukan Bonek Mania di Stadion Gelora Bung Tomo usai Persebaya kalah 2-3 dari PSS Sleman (23/10), menjadikan mental pemain juga sedikit menurun.

Aji Santoso menjadi pelatih ketiga Persebaya musim ini.

Sebelumnya, Persebaya ditukangi Djadjang Nurdjaman, kemudian Wolfgang Pikal.

“Kami butuh pelatih yang bisa membangkitkan semangat pemain, bisa membuat suasana kondusif, dan harapannya hasilnya di lapangan lebih bagus,” kata Candra.

Candra memastikan Aji Santoso diikat kontrak sampai 2020.

Itu dilakukan sebagai bentuk kepastian dan upaya menyelamatkan tim Bajul Ijo dari degredasi Liga 1 2019.

Maklum, Persebaya hanya menyisakan sembilan laga di Liga 1 2019.

Meskipun sudah diikat kontrak musim depan, tidak ada jaminan bagi mantan pelatih Arema dan Persela itu aman di posisinya.

Itu tergantung dari performa Persebaya selama dilatih Aji Santoso.

“Saya kira semua begitu. Tidak ada jaminan aman. Semua harus lihat per pertandingan.”

“Makanya dalam proses komunikasi (dengan coach Aji Santoso), kami berikan target. Kami lihat nanti hasilnya seperti apa,” ucap Candra.

Candra menyebut catatan Aji dengan tim sebelumnya tidak berpengaruh sama sekali.

Dimana awal  Liga 1 2019 Aji Santoso gagal mengangkat performa Persela hingga akhirnya mengundurkan diri.

Terakhir, Aji Santoso juga gagal mengangkat performa PSIM Yogyakarta di Liga 2 2019, hingga juga harus memundurkan diri dari kursi kepelatihannya.

“Di Indonesia, tidak ada pelatih yang 100 persen membawa timnya menang.”

“Artinya, semua pilihan, ada konsekwensi dan ada alasan,” tutur Candra.

“Kalau kami lihat pelatih di klub Liga 1, pelatihnya juga pernah gagal di klub lain, maupun sukses di klub lain.”

“Kami tentu berharap coach Aji masuk kami bisa sukses,” tambahnya.

Dipastikan upaya Aji Santoso membawa kebangkitan Persebaya tidak akan mudah.

Lima dari sembilan laga sisa merupakan laga kandang.

Persebaya harus mendapat sanksi tanpa penonton hingga akhir kompetisi.

Candra berharap Aji Santoso bisa membawa Persebaya bangkit.

“Sebenarnya kami melihat jangka pendek dulu karena kondisi tim ini lagi turun.”

“Lain-lain, coach Aji baru bergabung masih butuh banyak waktu untuk observasi pemain seperti apa.”

“Pasti kami akan bicarakan seiring dengan kondisi tim yang lebih bagus,” terang Candra.

Ujian pertama Aji Santoso bersama Persebaya musim ini adalah saat Persebaya sambangi markas Tira Persikabo pada 9 November 2019.

Aji Santoso yakin komposisi tim saat ini bisa membawa Bajul Ijo Bangkit.

Kondisi sulit Persebaya bukan hanya merosot ke posisi 11 klasemen sementara di Liga 1 2019 akibat enam laga terakhir puasa kemenangan.

Aji diharap bisa memberi hasil positif di 9 laga tersisa hingga akhir kompetisi Liga 1 2019.

“Saya tahu sembilan pertandingan tidak mudah. Sebenarnya dengan kualitas pemain-pemain saat ini, Persebaya layak untuk bersaing di papan atas,” terang Aji.

“Saya juga melihat materi pemain Persebaya cukup bagus. Seharusnya tim ini bisa bersaing di papan atas.”

“Dengan melihat itulah saya menerima tawaran dari Persebaya,” tambah pelatih yang juga merupakan mantan pemain Persebaya itu.

Sebagai legenda Persebaya, Aji Santoso menegaskan misi khusus yang ingin dicapai bersama Persebaya adalah mengembalikan pola permainan khas Persebaya dengan satu-dua sentuhan.

“Saya ingin menanamkan ciri khas Persebaya bermain, satu-dua sentuhan dengan bola-bola pendek.”

“Ini yang selama ini saya lihat memang tidak terlihat di Persebaya,” ucap Aji.

“Sejak zaman dulu hingga saat ini, ciri khas Persebaya yaitu, main bola-bola pendek, umpan-umpan cantik, dan sepakbola indah.”

“Ini yang akan saya kembalikan,” terangnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved