Universitas Negeri Malang

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM) Bahas Pamong Belajar dan Penilik

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM) Bahas Pamong Belajar dan Penilik

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM) Bahas Pamong Belajar dan Penilik
sylvianita widyawati
Kegiatan seminar nasional tentang pamong belajar dan penilik di FIP Universitas Negeri Malang (UM), Kamis (7/11/2019). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan seminar "Pengembangan Karier Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Penilik", Kamis (7/11/2019). Pesertanya adalah para mahasiswa PLS (Pendidikan Luar Sekolah).

Dekan FIP UM, Prof Dr Bambang Budi Wiyono MPd, mengatakan, tugas pamong belajar adalah sebagai learning fasilitator, program developer dan administrator.

Sedang penilik adalah melakukan pengendalian mutu. "Jika pamong belajar memiliki kualitas baik dan penilik bisa melaksanakan tugas dengan baik, maka bisa meningkatkan kualitas pendidikan," jelas Bambang.

Menurut dia, dalam pengembangan pendidikan tak hanya dilakukan oleh guru tapi menyeluruh. Yaitu mereka yang bergerak di pendidikan non formal juga. Ia mengharapkan UM sebagai penghasil lulusan PLS, diharapkan memberi kontribusi yang bermanfaat. Sebab mereka dibekali metode pembelajaran. Lewat seminar, ia ingin mahasiswa S1 hinga S3 mendapat tambahan wawasan.

Sementara, Nasrudin, Kasubdit PKPK (Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karir) Paud dan Dikmas Kemendikbud, menyatakan akan ada perekrutan P3K (Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja) untuk pamong belajar dan guru formal. Selain itu juga disebutkan ada rencana likuidasi eselon sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi, termasuk di Kemendikbud.

Sehingga yang ada nanti jabatan fungsional. "Jabatan fungsional tak dibatasi dengan pendidikan. Bahkan bisa melampaui atasannya," kata dia. Dengan jabatan fungsional, maka batas usia pamong belajar dan penilik bisa lebih panjang. Untuk tingkat madya bisa mencapai 60 tahun dan utama sampai 65 tahun.

"Namun jangan mengeluh saja. Tingkatkan profesionalitas," ujarnya. Ditambahkan, dari sisi data ada masalah. Dimana pamong belajar dan penilik tak semuanya masuk dapodik (data pokok pendidikan). "Jika 2020 tidak masuk dapodik, maka tidak bisa mendapat pembinaan," papar alumnus PLS UM ini.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved