Kabar Pasuruan

Biang Kerok Atap Sekolah SDN Gentong Pasuruan Ambruk Terungkap, Kapolda Jatim Sebut Kontruksi Ngawur

Kapolda Jatim menyebut hasil dari penyelidikan tim Labfor menyatakan, bahwa bangunan SDN Gentong ini tinggal tunggu ambruknya.

Biang Kerok Atap Sekolah SDN Gentong Pasuruan Ambruk Terungkap, Kapolda Jatim Sebut Kontruksi Ngawur
SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo saat memberikan keterangan ke media, sabtu (9/11/2019) dan kondisi saat kejadian ambruknya atap sekolah 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Biang kerok atau penyebab peristiwa atap sekolah SDN Gentong di Pasuruan akhirnya terungkap setelah Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan membeberkan temuan penyelidikan polisi.

Luki Hermawan menyebut biang kerok ambruknya atap sekolah SDN Gentong yang menyebabkan dua nyawa melayang itu adalah konstruksi yang ngawur.

Ia menyebut bangunan atap empat kelas SDN Gentong yang ambruk itu gagal kontruksi dan ngawur.

BREAKING NEWS : Polda Jatim Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Atap Sekolah Ambruk SDN Gentong

Berita Arema Hari Ini Populer: Kemenangan 2-0 Atas Madura United, Rencana Pensiun Hamka Hamzah

Kronologi Perwira Polda Bali Terciduk Selingkuh dengan Istri Orang, Ngeles Sudah Pisah Ranjang

Menurutnya, hasil dari penyelidikan tim Labfor menyatakan, bahwa bangunan ini tinggal tunggu ambruknya.

"Sudah gagal kontruksi, dan ngawur bangunnya," kata Kapolda usai melihat langsung gedung SDN Gentong, Sabtu (9/11/2019) pagi.

Ia juga menerima laporan dari BPK, yang menyebutkan bahwa bangunan ini sudah tidak sesuai dengan spesifikasi.

Ada indikasi korupsi dalam pembangunan ini.

Bangunan UPT SDN Gentong, di Jalan KH SAEPUH No 49, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan ambruk, Selasa (5/11/2019) pagi.
Bangunan UPT SDN Gentong, di Jalan KH SAEPUH No 49, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan ambruk, Selasa (5/11/2019) pagi. (SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika)

"Ini masih kami dalami lagi. Kalau memang iya, berarti ada dua kasus yakni kelalaian dalam pembangunan yang membuat orang meninggal dunia dan penyimpangan atau korupsi," jelasnya.

Sebenarnya, kata dia, PPK jauh sebelum kejadian ini sudah khawatir bangunan ini akan runtuh, hanya tinggal tunggu waktu Karena memang dari awal, sudah ada sesuatu yang salah.

"Dan ternyata kejadian benar. Bangunan ini runtuh, menimpa siswa - siswi yang sedang belajar.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved