Malang Raya

Warga Sumenep Tertangkap di Singosari, Terlibat Jaringan Maling Motor Malang - Pasuruan - Madura

Fahwi Wira Anggara (38), warga Sumenep, tertangkap di Singosari, Malang. Dia terlibat jaringan maling motor Malang-Pasuruan-Madura.

Warga Sumenep Tertangkap di Singosari, Terlibat Jaringan Maling Motor Malang - Pasuruan - Madura
edgar
Polsek Singosari menangkap Fahwi Wira Anggara (38), warga Sumenep, Pulau Madura, sebagai tersangka jaringan maling motor Malang, Pasuruan dan Madura, Jumat (8/11/2019). 

SURYAMALANG.COM, SINGOSARI - Polsek Singosari menangkap Fahwi Wira Anggara (38), warga Sumenep, Pulau Madura, sebagai tersangka jaringan maling motor Malang, Pasuruan dan Madura, Jumat (8/11/2019).

Pelaku ditangkap di Desa Randuagung Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, hasil dari penyelidikan yang dilakukan oleh petugas.

Dari hasil penangkapan, Polisi mengamankan satu sepada motor Honda Vario plat nomor N 4612 TDJ milik Khoirul Anam (20) warga Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Sepeda motor tersebut disembunyikan di Desa Putat Lor Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Melihat barang bukti yang disembunyikan di tempat yang berbeda, pelaku diduga merupakan sindikat komplotan curanmor antar daerah.

Pelaku kini telah diamankan di Polsek Singosari guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

"Sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan. Diduga pelaku merupakan jaringan curanmor di Malang, Pasuruan dan Madura," ucap Kanit Reskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono.

Dari hasil pemerikasaan sementara petugas, pelaku melakukan aksinya ketika korban sedang tertidur di dalam kamar kosnya sekitar pukul 04:00 WIB, Selasa (5/11/2019).

Pada saat itu pelaku membuka paksa pintu kos korban dan mengambil kunci motor korban yang ditaruh di atas meja.

Setelah itu pelaku membawa kabur sepeda motor yang diparkir di dalam parkiran korban.

"Motifnya pelaku memang ingin mengambil motor untuk dijual. Namun sebelum dijual sudah ditangkap oleh petugas. Dan saat ini masih kami lakukan penyidikan. Kemungkinan sudah beberapa kali melakukan aksinya di TKP yang berbeda-beda," terangnya.

Atas kejadian itu, pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan maksimal hukuman 7 tahun penjara.

"Ini masih kami kembangkan maksimal guna mengungkap jaringan dari pelaku," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved