Kabar Banyuwangi

Regulasi Sangat Ketat, Kehawatiran Banjir Kapal Bekas Akibat Permendag 76/2019 Dinilai Berlebihan

Kekhawatiran akan membanjirnya kapal bekas impor gara-gara penerbitan Permendag 76/2019 tidak beralasan.

Penulis: Haorrahman | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Haorrahman

Sebagai gambaran, di negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika Utara masih banyak mengoperasikan kapal-kapal di atas 30 tahun, bahkan ada yang sampai 100 tahun.

Berdasarkan data www.equasis.org dan Llyod Register, jumlah kapal berusia 30 tahun ke atas mencapai 70% dari jumlah kapal yang beroperasi di dunia saat ini.

Bambang mengatakan Indonesia masih membutuhkan kapal bekas usia maksimal 30 tahun mengingat daya beli masyarakat terhadap tarif angkutan laut saat ini sangat rendah dan ekonomi butuh layanan logistik murah.

Daya beli rendah itu tercermin dari tarif pelayaran dan penyeberangan yang sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.

Sebagai contoh, tarif angkutan penyeberangan (kapal feri) per mile di Indonesia hanya Rp700, jauh di bawah tarif di Filipina Rp2.900 ataupun Thailand Rp3.500. Bahkan, tarif angkutan laut seperti Pelni hanya Rp350 per mile.

“Apabila rakyat sudah mampu membayar dengan tarif layak, perusahaan pelayaran atau penyeberangan pasti akan membeli kapal baru dan membangunnya di dalam negeri.”

“Seperti di angkutan udara, maskapai penerbangan sekarang lebih suka membeli pesawat baru karena tarifnya memadai,” ujarnya.

Selama ini, tutur Bambang, tidak satu pun perusahaan pelayaran nasional yang tertarik membangun kapal di galangan dalam negeri.

Padahal, pemerintah melalui Permendag 118/2018 telah membatasi impor kapal hingga usia 15-20 tahun.

“Permendag 118/2018 sama sekali tidak efektif. Pelayaran kesulitan mendapatkan kapal bekas di bawah 20 tahun, sehingga mereka bangun kapal baru di China karena harganya sama saja dengan bekas.”

“Akibatnya galangan lokal tidak mendapat benefit apa-apa, baik bangunan baru maupun reparasi,” ungkapnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved