Breaking News:

Kabar Mojokerto

Alex Suwardi asal Donomulyo, Malang, Bisnis Barang Menjijikkan di Mojokerto, Modalnya Rp 2.000/Kg

Alex Suwardi asal Krajan Wetan, Desa Purworejo Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Bisnis Barang Menjijikkan di Mojokerto, Modalnya Rp 2.000/Kg.

Editor: yuli
febrianto ramadani
BISNIS AYAM TIREN - Polres Mojokerto meringkus Alex Suwardi (54), warga asal Krajan Wetan, Desa Purworejo Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Alex diketahui bisnis barang menjijikkan di Dusun Balok, Desa Balongmojo Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Dia diketahui melakukan jual beli daging ayam tiren, berasal dari kata "mati kemarin". Maksudnya bangkai ayam atau ayam yang mati bukan karena sengaja disembelih. 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Polres Mojokerto meringkus Alex Suwardi (54), warga asal Krajan Wetan, Desa Purworejo Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang

Alex diketahui bisnis barang menjijikkan di Dusun Balok, Desa Balongmojo Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto

Dia diketahui melakukan jual beli daging ayam tiren, berasal dari kata "mati kemarin". Maksudnya bangkai ayam atau ayam yang mati bukan karena sengaja disembelih. 

Alex Suwardi diringkus saat mengolah dan menyimpan bangkai ayam di rumahnya tersebut.

Dari rumah pelaku yang kotor dan berbau tidak sedap, petugas menemukan banyak bangkai ayam, jerohan dan daging ayam yang dibungkus kantong plastik dan disimpan di lemari pendingin. Petugas juga menemukan berbagai peralatan jagal hewan. Seperti pisau dan cutter.

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno, mengatakan, daging ayam tiren yang sudah diolah rencananya akan dijual ke Malang dengan cara diambil oleh pembelinya untuk dijual sebagai konsumsi.

"Jadi seperti ada distributornya yang ambil sendiri ke lokasi tersebut untuk dibawa ke Malang. Dari keterangan pelaku, daging ayam tiren belum ada yang dijual di Mojokerto. Namun perlu diwaspadai," ujar AKBP Setyo Koes Heriyatno, Senin (11/11/2019).

Menurut dia, pelaku menerima ayam dari sejumlah peternak di Mojokerto dalam kondisi ayam sudah mati.

"Kondisi ayam sudah mati lama. Bukan ayam yang baru saja disembelih. Habis diterima langsung diolah, diambil jeroannya, dipotong bagian dada, paha dan lain sebagainya. Setelah dipotong, dipisah, dikemas dalam kantong plastik dan dimasukkan ke dalam freezer," imbuhnya.

Setyo Koes Heriyanto juga mengatakan, daging ayam tiren sudah diuji di Dokter Hewan dan Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved