Nasional

Gara Mercedes-Benz dan Ferrari yang Bukan Miliknya, Edi Si Penjual Sepatu Harus Rela Hidup Sengsara

Gara-gara mobil mewah, Mercedes-Benz dan Ferrari, yang bukan miliknya, Edi Hartono penjual sepatu harus menanggung sengsara

Gara Mercedes-Benz dan Ferrari yang Bukan Miliknya, Edi Si Penjual Sepatu Harus Rela Hidup Sengsara
KOMPAS.COM/WALDA MARISON
Edi Hartono saat ditemui di rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Gara-gara mobil mewah, Mercedes-Benz dan Ferrari, yang bukan miliknya, Edi Hartono penjual sepatu harus menanggung sengsara.

Pasalnya, lantaran mobil mewah tersebut, Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik anaknya dan BPJS milik keluarganya terancam dicabut.

Padahal, sehari-harinya Edi Hartono adalah sosok warga yang hidup jauh dari standar kaya raya.

Bagaimana bisa Edi Hartono menanggung sengsara gara-gara mobil mewah tersebut? Berikut adalah kisah lengkapnya :

Tidak ada raut senang dalam wajah Edi Hartono (41). Rautnya begitu datar, kadang mengernyitkan dahi, kadang tidak.

Dia tampak duduk bersila di ruang tamu rumahnya yang sempit, bahkan tidak ada bangku ataupun meja di sana.

Hanya karpet yang terbentang di atas televisi.

Saat diwawancarai di rumahnya, Edi dengan lancar menceritakan apa yang dia rasakan.

Masalah yang dialaminya tampak begitu besar, antara Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik anaknya yang terancam dicabut dan bantuan berupa BPJS milik keluarganya yang juga akan bernasib sama.

Bukan tanpa alasan dia berpikir seperti itu.

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved