Breaking News:

Malang Raya

Reaksi Wali Kota Malang untuk MUI Jatim: Persatuan dan Kesatuan Kita Semakin Tidak Bagus

SUTIAJI: Bagi pejabat publik seperti saya, saya pikir jangan sampai imbauan MUI ini menjadi friksi. Persatuan dan kesatuan kita semakin tidak bagus.

Penulis: Bella Ayu Kurnia Putri | Editor: yuli
Bella Ayu Kurnia Putri
Wali kota Malang Sutiaji 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Wali kota Malang Sutiaji menilai, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim sekadar mengimbau saat melarang pengucapan salam pembuka semua agama oleh pejabat negara.

“Namanya ini imbauan, imbauan ini menyentuh pada pribadi masing masing,” kata Sutiaji setelah menjadi pembicara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H di SD Negeri Sumbersari 1, Jalan Sigura-gura, Kelurahan Sumbersari Kecamatan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Senin (11/11/2019).

Sutiaji mengatakan, tiap orang akan berbeda-beda menanggapi imbauan tersebut. Namun karena Sutiaji merupakan penjabat publik, ia berpikir bahwa imbauan MUI jangan sampai menimbulkan perpecahan.

“Bagi pejabat publik seperti saya, saya pikir jangan sampai imbauan MUI ini menjadi friksi. Persatuan dan kesatuan kita semakin tidak bagus,” ujar Sutiaji.

Imbauan terkait pelarangan pengucapan salam pembuka semua agama tertuang dalam surat edaran nomor 110/MUI/JTM/2019 yang ditandatangani Ketua MUI Jawa Timur, Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin.

Meski tidak jelas merujuk contohnya, tetapi lazim diketahui, pejabat seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi) sering mengucap salam seperti ini: Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, salam damai sejahtera untuk kita semua, Om swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan.

Komentar Ketum PBNU, KH Said Aqil Siradj Soal Kemenag Ambil Alih Kewenangan Sertifikasi Halal MUI

Prof Bisri: Pak Sutiaji ini Backgroundnya juga Pondok Tambakberas, Bisa Jadi Wali Kota Malang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved