Malang Raya

Dinilai Punya Inovasi Pembangunan Bidang Kesehatan, Bupati Malang, Sanusi Dapat Penghargaan Kemenkes

Bupati Malang, Muhammad Sanusi mendapat Tanda Penghargaan Bagi Individu yang Berjasa dalam Pembangunan Bidang Kesehatan

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Zainuddin
Humas Pemkab Malang
Bupati Malang, Muhammad Sanusi mendapat Tanda Penghargaan Bagi Individu yang Berjasa dalam Pembangunan Bidang Kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, Selasa (12/11/2019). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Bupati Malang, Muhammad Sanusi mendapat Tanda Penghargaan Bagi Individu yang Berjasa dalam Pembangunan Bidang Kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, Selasa (12/11/2019).

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto di Auditorium Prof. Dr. G.A Siwabessi, HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Sanusi dinilai sosok individu yang memiliki inovasi dan kontribusi atas peran serta dan dukungan dalam program pembangunan bidang kesehatan.

“’Penghargaan ini pengakuan dari pemerintah pusat bahwa apa yang dilakukan pemerintah daerah sudah memenuhi kriteria dan harapan Pemerintah Pusat,” terang Sanusi dalam rilis yang diterima SURYAMALANG.COM.

Sanusi mendapat penghargaan usai dinyatakan memenuhi tiga kategori, diantaranya, inovasi dalam mewujudkan keluarga sehat, dalam upaya menurunkan angka kesakitan, inovasi dalam pemberdayaan masyarakat untuk hidup sehat.

Mari menengok sejauh mana Sanusi sudah menerapkan kategori.

Penanganan stunting atau tumbuh kembang yang tidak optimal pada anak menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Malang di tahun 2020.

Tahun 2020 mendatang pihaknya membentuk satgas khusus penanganan stunting.

Sejauh ini Pemkab Malang telah memfokuskan program penanganan stunting di 10 desa. 

Yakni Desa Dilem Kecamatan Kepanjen, Desa Pandanrejo Kecamatan Wagir, Desa Sumbermanjing Kulon Kecamatan Pagak, Desa Codo Kecamatan Wajak, dan Desa Pandanrejo Kecamatan Pagak.

Selanjutnya, Desa Mentaraman Kecamatan Donomulyo, Desa Kedungrejo Kecamatan Pakis, Desa Madiredo Kecamatan Pujon, Desa Tamanharjo Kecamatan Singosari, dan Desa Dalisodo Kecamatan Wagir.

Prevalensi stunting di Kabupaten Malang pada tahun 2018 berada pada angka 28 persen.

Hingga bulan Oktober 2019, rekap prevalensi stunting di Kabupaten Malang sudah menurun menjadi 16,1 persen.

“Teknisnya setiap satu OPD (organisasi perangkat daerah) menangani satu kecamatan.”

“Target kami bisa turun 10 digit, jadi 6 persen di tahun 2020 mendatang meskipun harapan kami sebenarnya sudah harus tuntas nol persen,” ungkap Sanusi.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved