Breaking News:

Universitas Gajayana Malang

Mahasiswa Universitas Gajayana Malang Boleh Berbusana Aneh-aneh saat Ujian Tengah Semester (UTS)

Mahasiswa Universitas Gajayana Malang Boleh Berbusana Aneh-aneh saat Ujian Tengah Semester (UTS). Ada yang berbusana adat, bunny hat, dll.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: yuli
sylvianita widyawati
Suasana UTS di Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Gajayana (Uniga) Malang, Selasa (12/11/2019). 

Ia ingin dengan momen ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi memiliki kesan pada kampusnya selama empat tahun kuliah. "Komunikasi itu kan membangun kesan," kata Kepala Program Studi Kaprodi Ilmu Komunikasi Uniga Eko Budi S, SS MIkom.

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Gajayana (Uniga) Malang boleh memakai busana "Out of The Box" selama UTS (Ujian Tengah Semester) sejak Senin (11/11/2019).

Meski begitu tetap harus menjaga etika. Ada yang pakai baju adat, ada pakai bunny hat dll. Suasana di kelas juga terlihat ceria meski ujian.

"Saya rencana mau tampil dengan tokoh di Mortal Combat. Eh, sampai di kampus ada properti saya yang dipinjam teman. Akhirnya jadi pakaian ala timur tengah," jelas Gus Muhdhor, mahasiswa angkatan 2019 pada suryamalang.com, Selasa (12/11/2019). Maka ia memakai baju gamis. Tantangan berbusana beda saat ujian menjadikannya harus PD.

"Awalnya ya malu. Dilihatin orang, hahaha," jawabnya. Apalagi ia harus berangkat begitu sejak dari rumah. Saat UTS Rabu (13/11/2019), ia berencana pakai baju petugas kebersihan. "Soal baju yang bisa dipakai bebas kok. Ini sambil melatih mental," jawabnya.

Sedang Natalia Albine, memakai baju adat Dayak hasil menjahit tangan di kos. Kebetulan ia asli Kalimantan Selatan. "Kemarin ya pakai baju Dayak. Sekarang juga. Tapi ini buatan sendiri. Yang baju adat asli juga ada. Nanti akan saya pakai," jawab Natalia. Untuk pembuatan baju adat, ia belanja kain bahan katun Rp 50 ribu.

Kepala Program Studi Kaprodi Ilmu Komunikasi Uniga Eko Budi S, SS MIkom menyatakan ide awal dari sekretaris prodi M Asnan SSos MIkom. "Sudah lewat kajian-kajian sebelumnya juga," jawab Eko terpisah pada suryamalang.com.

Ia ingin dengan momen ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi memiliki kesan pada kampusnya selama empat tahun kuliah. "Komunikasi itu kan membangun kesan," jawabnya.

Sedang Asnan menyatakan ujian sering jadi momok dan bikin tegang. Jika dibuat tematik dan ada nilai keberanian dengan ide-ide kreatifitas seperti lewat busana, maka diharapkan ujian jadi lebih menyenangkan dan berdampak ke nilai.

"Meski duduknya berdekatan, tapi anak-anak saya ajarkan berintegritas. Kalau contoh-contohan, tidak saya beri toleransi. Saya sangat menghargai ide-ide personal," jawab Asnan.

Dengan ini juga pihaknya ingin mahasiswa lebih percaya diri. Dari pantauan, memang ada mahasiswa yang berani beda. Seperti pakai topi caping. Sedang saat ujian Senin (11/11/2019) ada juga yang pakai piyama. Ada juga yang pakai baju seperti biasanya saat ke kampus. Prodi Komunikasi di Uniga lahir pada 2016 dengan keunggulan di Komunikasi Pariwisata. "Sehingga semua mahasiswa wajib mengambil mata kuliah itu," jawab Eko.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved