Kota Batu

Wali Kota Batu Ingin Viralkan Festival Nasi Jagung tapi Kecewa Tidak Bisa Kembul atau Makan Bareng

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengutarakan kekecewaannya setelah menghadiri Festival Sego Empog di halaman Balai Kota Among Tani.

Wali Kota Batu Ingin Viralkan Festival Nasi Jagung tapi Kecewa Tidak Bisa Kembul atau Makan Bareng
benni indo
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menghadiri Festival Sego Empog di halaman Balai Kota Among Tani, Selasa (12/11/2019). 

SURYAMALANG.COM, BATUWali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengutarakan kekecewaannya setelah menghadiri Festival Sego Empog di halaman Balai Kota Among Tani, Selasa (12/11/2019).

Dewanti mengaku belum begitu puas karena peserta tidak semuanya makan bersama nasi jagung itu di tempat yang telah disediakan.

“Kami ingin memviralkan sego empog, namun secara teknis saya belum puas. Saya inginnya duduk bersama makan bersama. Ini menjadi teknis ke depan agar lebih baik,” ujar Dewanti, Selasa (12/11/2019).

Dewanti ingin masyarakat yang datang ke festival itu bisa makan bersama atau kembul. 

Namun Dewanti tidak melihat hal itu terjadi. Ia pun menyarankan agar festival serupa bisa diselenggarakan di teras Balai Kota Among Tani saja untuk menjaga kebersihan makanan.

“Saya ingin makan kembul bersama. Tapi mungkin kalau di luar belum memungkinkan karena angin dan debu. Mungkin di terasnya Among Tani itu lebih higinies, ya,” ujar Dewanti.

Dalam festival itu, ada puluhan stand yang menyediakan sego empog gratis bagi para pengunjung. Selain masyarakat umum, ada pula perwakilan dari PKK dan sekolah.

Penyanyi asli Kota Batu, Krisdayanti, bersama Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Ketua TP PKK Kota Batu, Wibi Asri Fianti dan Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso dalam Festival Sego Empok di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (8/11/2018).
ARSIP - Penyanyi asli Kota Batu, Krisdayanti, bersama Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, Ketua TP PKK Kota Batu, Wibi Asri Fianti dan Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso dalam Festival Sego Empok di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (8/11/2018). (SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo)

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu Wiwik Nuryati mengatkan, ketergantungan pemenuhan karbohidrat berdasarkan angka pola pangan harapan Kota Batu 2019 masih bergantung pada produk padi dan terigu.

Kota Batu dengan basis pertanian hortikultura memiliki berbagai tanaman penghasil karbohidrat yang dapat menyubtitusi kebutuhan padi dan terigu, salah satunya yakni jagung.

“Jagung dapat diolah menjadi berbagai produk pengganti nasi. Mencintrakan kembali produk lokal untuk dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjadi produk unggulan daerah adalah salah satu tugas dinas ini,” ujar Wiwik.

Melalui festival itu, Wiwik berharap masyarakat bisa memanfaatkan jagung sebagai makanan pengganti karbohidrat. Sejauh ini masyarakat Kota Batu masih bergantung pada padi.

“Karena itu melalui even seperti ini kita kenalkan kepada masyarakat pengganti nasi, sebab jagung ini juga bisa diolah menjadi beragam makanan,” ungkap Wiwik.

Melihat Kota Batu sebagai kota wisata yang sudah menjadi jujukan wisatawan domestik dan mancanegara, nasi empog bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang.

“Ya melalui event ini Kota Batu dikenal juga karena nasi empog,” harapnya. 

Penulis: Bella Ayu Kurnia Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved