Malang Raya

Bakul Es Tape Pikulan sejak 1970 di Kota Malang, Potensi Pendapatannya 3 Kali Lipat dari UMK 2020

Jumaali bisa jual 500-an mangkok es tape atau Rp 1 juta sehari. Jika keuntungan bersihnya 40 persen saja, pendapatannya 3 kali lipa dari UMK 2020.

Bakul Es Tape Pikulan sejak 1970 di Kota Malang, Potensi Pendapatannya 3 Kali Lipat dari UMK 2020
Bella Ayu Kurnia Putri
Jumaali, penjual es tape pikulan di Jalan Peltu Sujono, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Ia sudah berjualan bersama ayahnya hampir setengah abad silam di tempat yang sama. 

BAKUL ES TAPE BERPELUANG LEBIH MAKMUR DARIPADA KAUM BURUH. Jika dikalikan 24 hari kerja dalam sebulan, peluang pendapatan bersihnya Rp 9,6 juta sebulan atau tiga kali lipat dari UMK Kota Malang 2020 yang cuma di kisaran Rp 2,895 juta. 

SURYAMALANG.COM, SUKUN - Keluarga Jumaali setia berjualan es tape selama hampir setengah abad terakhir di Kota Malang.

Selama itu pula, lokasinya berjualan pun tetap di Jalan Peltu Sujono, Kecamatan Sukun. Meski zaman sudah berganti dan kuliner makin bervariasi, es tape Jumaali tidak pernah sepi pembeli. Inilah riwayat pedagang minuman legendaris itu. 

Saat Suryamalang.com ke lokasi itu, Kamis (14/11/2019), Jumaali sedang sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti. 

Jumaali kini berusia 56 tahun. Dia generasi kedua yang menjual es tape tersebut, sedangkan generasi pertama adalah ayahnya yang bernama Muhammad Kapi. 

“Saya di sini mulai tahun 1970. Bapak berhenti tahun 2006, waktu ada Lapindo itu, terus akhirnya saya yang melanjutkan,”  cerita Jumaali.

Pada 1970 itu, berarti Jumaali hanyalah anak berusia 7 tahun yang ikut-ikutan bapaknya berjualan. 

Sedangkan Lapindo maksudnya adalah keluarnya lumpur akibat aktivitas PT Lapindo Brantas  Inc di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Petaka geologis itu dikenang banyak orang. 

https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom
https://facebook.com/suryamalang.tribun | SURYAMALANG.COM | IG: @suryamalangcom (.)

Saat berjualan tahun 1970, Jumaali mengenang, seporsi es tapenya seharga Rp 5. Kini, harganya juga cuma Rp 2000 atau setara ongkos buang air kecil di toilet umum. 

Jumaali menceritakan, bahan-bahan yang digunakan dalam es tapenya sangat sederhana dan tanpa bahan pengawet.

Halaman
12
Penulis: Bella Ayu Kurnia Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved