Breaking News:

Kabar Trenggalek

Walaupun Mendekam di Rutan Trenggalek, Hartini Tetap Kirim Uang ke Keluarga

Walaupun mendekam di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Trenggalek, Hartini tetap bisa mengirim uang kepada keluarganya.

SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Warga Binaan Rutan Trenggalek membuat batik shibori di area rutan, Kamis (14/11/2019). 

“Mereka senang karena tidak bosan: hanya tidur, kegiatan hanya itu-itu saja.”

“Saat ini, mereka bangun tidur punya tanggung jawab untuk membuat Shibori,” kata Nindya.

Awalnya, Nindya rela mengeluarkan uang untuk modal awal para warga binaan membuat batik.

Kini, dia bangga karena shibori bikinan mereka menarik bagi orang-orang luar rutan.

“Pasarnya seperti dari Kemenkumham Kanwil Jatim, Pengadilan Semarang, Ponorogo, Tulungagung. Juga banyak dari guru-guru Trenggalek,” ucap Nindya.

Shibori bikinan warga binaan dijual dengan harga yang kurang lebih sama dengan harga pasaran.

Shibori pewarna alam dihargai Rp 100.000 per lembar.

Sementara pewarna sitentis dipatok Rp 80.000 per lembar.

Shibori yang dibuat di rutan memiliki banyak motif.

Selain berkreasi, mereka juga membuat berdasarkan pesanan.

Kepala Rutan Trenggalek, Dadang Sudrajat mengatakan pihaknya akan mengembangkan produk batik shibori bikinan warga binaan.

“Untuk promosi rencananya kami kenalkan di sosial media dan lewat penjualan online,” kata Dadang.

Pihaknya juga sudah punya beberapa reseller yang menjajakan ulang kain batik shibori tersebut.

“Sudah ada beberapa yang ambil untuk dijual lagi,” ungkap Dadang.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved