Nasional

Surat Pencekalan yang Ditunjukkan Habib Rizieq Dianggap Bohong, Ini Faktanya!

Surat Pencekalan yang Ditunjukkan Habib Rizieq Dianggap Bohong, Ini Faktanya!

Surat Pencekalan yang Ditunjukkan Habib Rizieq Dianggap Bohong, Ini Faktanya!
Tribunnews
Habib Rizieq Shihab 

SURYAMALANG.COM - Perlahan, kebenaran tentang surat pencekalan yang dipamerkan Rizieq Shihab dalam tayangan video, akhirnya terungkap.

Surat tersebut bukanlah surat pencekalan yang dilakukan Pemerintah Indonesia seperti yang selama ini digembar-gemborkan oleh Habib Rizieq.

Misteri soal surat pencekalan yang ditunjukkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dalam sebuah video tersebut mulai terjawab.

Terkuak bahwa surat pencekalan yang dipamerkan Rizieq Shihab adalah bohong alias hoax, sebab surat itu sejatinya adalah surat dari imigrasi Arab Saudi yang melarang Rizieq meninggalkan Arab Saudi karena alasan keamanan, jadi bukan surat pencekalan.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengaku sudah menerima salinan surat tersebut dari pengacara Habib Rizieq, Sugito Atmo Pawiro.

Mahfud MD
Mahfud MD (SURYAMALANG.COM/Sofyan Arif Candra Sakti)

Namun, menurut Mahfud MD, surat itu bukanlah surat pencekalan dari Pemerintah Indonesia, seperti yang diungkapkan pihak Rizieq.

"Itu yang dikirim ke saya itu bukan surat pencekalan (dari Pemerintah RI). Bukan alasan pencekalan. Tapi surat dari imigrasi Arab Saudi bahwa Habib Rizieq nomor paspor sekian dilarang keluar Arab Saudi karena alasan keamanan," kata Mahfud MD di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

"Itu berarti kan urusan dia dengan Arab Saudi, bukan urusan dia dengan kita (Indonesia). Kalau ada yang dari kita, tunjukkan ke saya," sambung dia.

Mahfud pun heran kenapa Rizieq mengklaim Pemerintah Indonesia yang melakukan pencekalan.

Ia menegaskan, dalam surat dari Arab Saudi itu, tak ada penjelasan bahwa Rizieq dilarang keluar atas permintaan Pemerintah Indonesia.

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved