Breaking News:

Malang Raya

Perpustakaan Nasional Gelar Seminar Perihal Literasi Candi dan Milenial Dekat Candi Badut, Malang

Seminar "Literasi Candi dan Perspektif Generasi Milenial" diadakan Perpustakaan Nasional di dekat Candi Badut, Desa Karang Widoro, Dau, Malang.

SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
ARSIP - Nungki Kusumastuti, artis dan penari senior saat mengunjungi Candi Badut Malang, Minggu (24/7/2016). Kunjungan di sejumlah kantong seni dan budaya Malang ini merupakan rangkaian worksop Artistik, International Dance Festival (IDF) Akademi 2016 yang diikuti 14 seniman yang diselenggarakan di Hotel Ubud Kota Malang 22-27 Juli 2016. 

SURYAMALANG.COM, SUKUN - Seminar "Literasi Candi dan Perspektif Generasi Milenial" diadakan Perpustakaan Nasional di kompleks Candi Badut, Desa Karang Widoro Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (17/11/2019).

Rendra Agusta, pembaca literasi klasik, menyatakan, jarak kegiatan hanya 20 meter dari Candi Badut, namun jarak waktunya ribuan tahun. 

Pada anak-anak muda, dengan teknologi informasi saat ini, mereka banyak mengakses media sosial (medsos) seperti Facebook dan Instagram. Misalkan berfoto di candi sore hari dan diberi quote tentang candi itu atau hal lain. Sehingga secara meluas, keberadaan candi itu jadi lebih diketahui. Misalkan memberi tagar Candi Badut. Bahkan pernah dilihatnya, dengan tagar itu, ada 1981 foto mengenai Candi Badut itu.

Candi Badut, Desa Karang Widoro Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Candi Badut, Desa Karang Widoro Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. (sylvianita widyawati)

"Menurut saya dengan tagar itu, sangat menarik," kata dia. Meski ada juga yang datang ke candi karena untuk foto selfie atau foto pre-wedding. Dipandangnya, generasi muda punya cara sendiri untuk mencintai kebudayaannya.

Karena anak muda banyak mengakses ke internet untuk mendapatkan informasi apapun termasuk candi, maka menjadi tantangan bagi sejarawan dan arkeolog agar menyajikan informasi dengan valid.

Meski kadang ada info yang kurang dalam sehingga bisa membuat pemahaman salah.

Dikatakan, dari foto-foto di media sosial, seperti dari postingan di Facebook tentang manuskrip justru bisa menjadi tulisan di jurnal terindeks scopus. Sementara itu, pekerjaan ahli filologi (filolog) yaitu ahli purbakala teks melalui huruf, kata-kata dan kalimat kurang diminati anak muda zaman sekarang.

Ia membuktikan sebagian besar anak muda tidak mengerti filologi yang sehari-hari mengulik naskah-naskah lama.

"Pekerjaan sunyi itu jarang diminati anak muda," kata Rendra. Apalagi dalam rekrutmen CPNS yang terbaru, hanya dicari dua orang. Sedang alumninya ribuan. Tapi bukan berarti tidak ada pekerjaan terkait manuskrip dan prasasti. Banyak sektor swasta juga terkait pernaskahan dan arkeologi.

Umat Hindu mengambil sesaji dalam ritual upacara Ngembak Geni di Candi Badut, Desa Karang Widoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Rabu (29/3/2017). Upacara Ngembak Geni yang dilakukan umat Hindu merupakan ritual penutup hari raya Nyepi.
Umat Hindu mengambil sesaji dalam ritual upacara Ngembak Geni di Candi Badut, Desa Karang Widoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Rabu (29/3/2017). Upacara Ngembak Geni yang dilakukan umat Hindu merupakan ritual penutup hari raya Nyepi. (SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo)

GALERI FOTO - Melihat Ritual Ngembak Geni di Candi Badut, Peninggalan Hindu 1.400 Tahun Silam

Perpustakaan nasional juga memberikan program yang didukung negara.

Sedangkan dosen Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM) M Misbahul Amri membawa tema tentang "Bersandar Candi Membangun Negeri". "Bersandar ke candi membuat kita banyak menemukan jati diri," kata Amri.

Seperti dari sisi arsitektur, naskahnya, patung-patungnya bisa jadi ilham seperti jadi desain batik.

Sedang Dwi Cahyono, sejarawan UM menjelaskan tentang Candi Badut. Pada acara yang dihadiri banyak mahasiswa itu dijelaskan ada dua komponen yang belum utuh di candi itu. Yaitu pada bagian atap candi ada yang hilang. Ada balok-balok yang hilang.

"Bisa jadi jika dieskavasi mungkin bisa ditemukan balok itu," kata Dwi. Candi Badut juga dilengkapi dengan tangga dan pipi tangga. Di dalam candi ada lingga ukuran besar dan yoni. Hal ini karena ada kultus pada lingga.

NGEMBAK GENI - Umat Hindu melakukan persembahyangan dalam rangkaian upacara keagamaan Ngembak Geni di Candi Badut, Desa Karang Widoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jumat (8/3/2019). Ngembak Geni yang digelar sehari setelah Nyepi ini merupakan bentuk syukur umat Hindu kepada Sang Hyang Widi Wasa atas perlindungan selama satu tahun menjalani kehidupan.
NGEMBAK GENI - Umat Hindu melakukan persembahyangan dalam rangkaian upacara keagamaan Ngembak Geni di Candi Badut, Desa Karang Widoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jumat (8/3/2019). Ngembak Geni yang digelar sehari setelah Nyepi ini merupakan bentuk syukur umat Hindu kepada Sang Hyang Widi Wasa atas perlindungan selama satu tahun menjalani kehidupan. (hayu yudha prabowo)
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved