Kota Batu

Dampak Kemarau Panjang di Kota Batu, Produksi Mawar Turun

Petani bunga mawar mulai merasakan dampak cuaca kemarau dalam sebulan terakhir.

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Pekerja sedang merangkai bunga mawar hasil produksi dari Desa Gunung Sari, Kota Batu, Selasa (18/11/2019) 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU – Petani bunga mawar mulai merasakan dampak cuaca kemarau dalam sebulan terakhir.

Petani asal Desa Gunung Sari, Achmad Azizir menyebutkan ada penurunan produksi dalam sebulan terakhir ini.

Katanya, satu kebun bisa memproduksi hingga seribu tangkai. Namun kini hanya memproduksi sekitar 700 tangkai.

Cuaca panas membuat kelopak bunga tidak bisa mekar dengan baik.

“Akibat kekeringan, bunganya tidak terlalu bagus. Ya ada penurunan produksi.”

“Biasanya dapat 1.000 tangkai, kini dapat 700 tangkai. Kalau sekarang ini kisaran 2.500 meter persegi menghasilkan sekitar 3000 tangkai,” ujar Azizir kepada SURYAMALANG.COM, Senin (18/11/2019).

Katanya, produksi mawar yang selama ini ia hasilkan dikirim ke beberapa tempat di seluruh Indonesia.

Beberapa tempat itu di antaranya Jakarta, Surabaya, Surakarta, Yogyakarta, Bandung, hingga Bali.

Turunnya produksi juga mengakibatkan volume pengiriman ke luar kota ikut turun.

“Kalau ke Bali, biasanya rata-rata 4000 tangkai. Kini kisaran 3000 tangkai yang dikirim,” terang lelaki yang sudah bergelut bisnis mawar sejak 2008 itu.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved