Malang Raya

Bawaslu Kabupaten Malang Sebut Pengeluaran untuk Pilkada 2020 Tembus Rp 16 Miliar

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang mencatat ada dua hal yang akan mendominasi pengeluaran Bawaslu pada Pilkada 2020.

SURYAMALANG.COM/M Erwin
Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang mencatat ada dua hal yang akan mendominasi pengeluaran Bawaslu pada Pilkada 2020.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva menjelaskan, untuk honorarium menguras biaya Rp 12 miliar, sedangkan untuk sosialisasi Rp 4 miliar.

Jadi total pengeluaran ini mencapai Rp 16 miliar.

"Untuk gaji, Ketua Panwascam akan digaji Rp 2,2 juta, sedang Anggota Panwascam digaji Rp 1,9 juta selama bekerja.

"Pengawas Desa akan mendapat honor Rp 1,5 Juta. Tiap kecamatan akan memilih 3 Panwascam dari swasta dan 2 ASN di sekretaris dan bendahara," beber George.

Usai honor, dana terbesar kedua dialokasikan untuk sosialisasi pemilu kepada DPT (Daftar Pemilih Tetap) di daerah masing-masing.

"Sosialisasi itu termasuk anggaran dana untuk Bimtek atau bimbingan teknis. Semua yang kami rekrut untuk panwascam akan kami lakukan bimtek. Sosialiasi perihal regulasi pemilu juga akan dilakukan," jelas George. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved