Kabar Tuban

Nur Damuri (81) dan Mulyaningsih (63) Menikah di Usia Senja kala Tuban Merayakan Ultah ke-726

Nur Damuri (81) dan Mulyaningsih (63) Menikah di Usia Senja kala Tuban Merayakan Ultah ke-726

Nur Damuri (81) dan Mulyaningsih (63) Menikah di Usia Senja kala Tuban Merayakan Ultah ke-726
SURYAMALANG.COM/Sudarsono
Pernikahan Nur Damuri (81) dan Mulyaningsih (63) bersama 19 pasangan lainnya dalam rangka Hari Jadi Pemkab Tuban ke-726 

SURYAMALANG.COM, TUBAN - Raut bahagia terpancar pada wajah Nur Damuri (81) dan Mulyaningsih (63) yang baru saja melakoni prosesi pernikahan.

Mereka melakukan prosesi ini dalam balutan nuansa pernikahan massal di Kabupaten Tuban.

Sontak momen pernikahan massal yang diikuti pria dan perempuan berusia setengah abad lebih asal Desa Jetis, Kecamatan Kenduruan, itu menjadi langkah awal bagi keduanya dalam membangun rumah tangga yang sah.

Sebab, diketahui keduanya sudah bertahun-tahun tinggal serumah dalam status nikah siri.

"Senang bisa ikut nikah massal," kata Nur Damuri seusai ijab qabul kepada wartawan di Pendopo Kridha Manunggal, Rabu (20/11/2019).

Dia menjelaskan, selama tiga tahun yang lalu dia telah melakukan nikah siri dengan kekasihnya tersebut dan tinggal dalam satu rumah.

Pihak pemerintah memberitahukan jika ada program nikah massal dalam rangka HUT Pemkab Tuban ke-726, sehingga dia pun mengikutinya bersama sejumlah pasangan lainnya.

"Ya saya ikuti nikah massal ini, agar pernikahan saya halal secara agama dan hukum," ujarnya sambil senyum terkekeh.

Ditambahkannya, pernikahannya dengan belahan hatinya itu bukan yang pertama, melainkan sudah yang kedua.

Sebab, pernikahannya dengan istri yang pertama menghasilkan lima orang anak. Namun sang istri meninggal.

"Istri saya yang pertama meninggal, lalu saya nikah lagi," pungkasnya didampingi istrinya.

Sementara itu, Bupati Tuban H Fathul Huda menyampaikan, jika pemerintah mempunyai tanggungjawab pada rakyatnya.

Apabila mereka melakukan perbuatan sesuatu yang tidak sesuai dengan Syariat dan Undang-undang, maka harus diselesaikan atau diluruskan.

"Para pengantin ini menikah tidak sesuai dengan aturan negara karena tidak mempunyai biaya. Pemkab harus ikut membantunya, seperti mengadakan nikah massal yang diikuti 20 pasangan ini," ungkap Bupati Tuban.

Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved