Malang Raya

Perlu Pembenahan, Kolam Renang Milik Pemkot Malang Butuh Dana Rp 60 Miliar

Kolam renang milik Pemkot Malang di komplek Stadion Gajayana masih belum bisa dipakai karena ada masalah dengan mesin pompa untuk memfilter air.

Perlu Pembenahan, Kolam Renang Milik Pemkot Malang Butuh Dana Rp 60 Miliar
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Kolam renang di Universitas Negeri Malang(UM) termasuk yang jadi bidikan untuk MoU sebagai lokasi latihan atlet renang karena ada perbaikan di kolam renang milik Pemkot Malang di kawasan Stadion Gajayana. Ini suasana lomba renang tingkat pelajar untuk Walikota Cup sebagai persiapan untuk Popda tahun depan di Kabupaten Sidoarjo, Rabu (20/11/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kolam renang milik Pemkot Malang di komplek Stadion Gajayana masih belum bisa dipakai karena ada masalah dengan mesin pompa untuk memfilter air.

Sedangkan untuk mendapatkan suku cadangnya sudah kesulitan dan di e-catalog juga sudah tidak ada. Jika untuk pembenahan kolam renang tipe C skala internasional butuh Rp 60 miliar.

"Untuk kolam itu, dari Dispora sudah memanggil tim ahli terkait kelayakan. Untuk anggaran dibutuhkan Rp 60 miliar," jelas Wali Kota Malang Sutiaji usai membuka kegiatan lomba renang untuk pelajar Wali Kota Cup di kolam renang UM, Rabu (20/11/2019).

Namun untuk pembenahan tidak bisa dilakukan sekarang. Targetnya selesai pada 2022. Untuk itu, Dispora diminta melakukan MoU dengan pengelola kolam renang di Malang.

Sehingga atlet renang tetap bisa berlatih. Apalagi pada 2020 akan ada Popda tingkat Jatim di Kabupaten Sidoarjo. Dijelaskan Sutiaji, pihaknya tidak abai akan perbaikan mesin filter itu. Karena sudah diketahui ketika sidak lalu. Kemudian dianggarkan di PAK, tapi tidak bisa terpenuhi karena tak ada barangnya. "Spare partnya sudah gak ada," jawab Sutiaji.

Sedang Plt Kadispora, Ida Ayu Made menyatakan karena suku cadang sudah out of date, maka teknisi masih menyiasati.

"Barang itu mungkin bagus saat itu. Tapi sekarang sudah out of date karena sudah tahun 2008," kata Ida Ayu terpisah.

Karena masih belum dimanfaatkan, maka sesuai perintah Wali Kota Malang, ia akan koordinasi dengan asisten 1 terkait mengumpulkan pengelola kolam renang di Malang. Sehingga atlet renang bisa berlatih.

"Kalau di Malang banyak ya kolam renangnya. Ada di UM, Rampal. Di Dieng (Club House) juga ada," katanya.

Sementara itu, peserta lomba renang Walikota Cup sebanyak 106 pelajar jenjang SMP-SMA. Arya, siswa kelas 9 di SMPK Kalam Kudus ikut gaya kupu-kupu.

"Persaingannya ketat," jawab Arya. Sepulang sekolah ia biasanya langsung latihan di kolam renang UM.

"Seringnya latihan di sini. Jadi sudah familiar di kolam renang ini," jawabnya.

Ia hanya kadang-kadang saja latihan di kolam renang pemkot. Sedang Sutiaji meminta agar pelaksanaan lomba dilakukan dengan kejujuran dan menjaga sportivitas.

Dikatakan, dalam olahraga ada membentuk anak anak yang kuat dan tidak gampang terpengaruh. "Itu tanda orang yang punya karakter," pungkas Sutiaji.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved