Kota Batu

Dinas Pariwisata Kota Batu Minta Bantuan BPCB Trowulan Terkait Temuan Tumpukan Bata di Desa Pendem

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono kepada SURYAMALANG.COM saat dimintai keterangan terkait tindakan Pemkot Batu atas temuan tersebut

Dinas Pariwisata Kota Batu Minta Bantuan BPCB Trowulan Terkait Temuan Tumpukan Bata di Desa Pendem
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Temuan susunan bata di Desa Pendem, Kota Batu, yang diduga merupakan situs kerajaan masa lalu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Dinas Pariwisata Kota Batu akan mengirim surat ke Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan terkait temuan susuan batu bata di Desa Pendem yang diduga peninggalan kerajaan masa lalu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Imam Suryono kepada SURYAMALANG.COM saat dimintai keterangan terkait tindakan Pemkot Batu atas temuan tersebut.

“Kami akan mengirim surat dan mengundang ahli dari BPCB Trowulan. Kemudian nanti akan dianalisis,” ujar Imam.

Dilanjutkan Imam, kalau memang hasil dari analisis ahli menjelaskan temuan itu peninggalan kerajaan, maka akan dilakukan penggalian yang lebih luas dan dalam. Tujuannya untuk mengetahui bentuk pasti bangunannya kemudian ditetapkan sebagai cagar budaya.

“Ya akan digali semua untuk menjadi suatu cagar budaya. Sama dengan yang ada di Rondo Kuning. Ini kan juga seperti itu, jadi harud digali dengan mengundangn ahli,” paparnya.

Imam mengapresiasi warga Desa Pendem yang langsung melapor ketika menemukan susunan batu bata yang ditemukan di dalam tanah.

Katanya, ada banyak temuan namun warga terkadang telat melaporkannya. Imam juga menejelaskan kalau di Kota Batu banyak ditemukan situs-situs peninggalan sejarah.

Warga Desa Pendem menemukan tumpukan batu bata berukuran lebar 25 cm, panjang 35 cm dan ketebalan 10 cm, Senin (25/11/2019). Temuan tumpukan bata itu diduga merupakan situs peninggalan kerajaan. Namun belum ada pihak yang memastikan bahwa itu adalah peninggalan kerajaan.

Anton Adi Wibowo (40), adalah orang yang pertama kali menemukan situs itu. Di temui di lokasi, Anton menceritakan sejak awal ia menemukan tumpukan bata itu.

"Saya awalnya ingin menanam lima pohon alpukat. Saat saya gali dengan kedalaman sekitar 40 cm, cangkul saya menabrak benda tumpul," ujar Anton, Senin (25/11/2019).

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved