Breaking News:

Nasional

Teror Order Fiktif Serang Belasan Driver Ojol Sampai Jutaan Rupiah, Viral Lalu Polisi Turun Tangan

Teror Order Fiktif Serang Belasan Driver Ojol Sampai Jutaan Rupiah, Viral Lalu Polisi Turun Tangan

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Kompas.com
Teror Order Fiktif Serang Belasan Driver Ojol Sampai Jutaan Rupiah, Viral Lalu Polisi Turun Tangan 

SURYAMALANG.COM - Teror order fiktif yang menyerang belasan driver ojek online (ojol) beberapa waktu yang lalu viral di media sosial.

Teror order fiktif yang ditujukan kepada para driver ojol ini pun tertuju pada sebuah rumah kosong sampai membuat rugi hingga jutaan rupiah.

Menanggapi berita viral teror order fiktif yang menyerang para driver ojol ini, pihak kepolisian sudah mulai turun tangan untuk menyelidiki pelaku penipuan yang merugikan para ojol tersebut.

Teror Order Fiktif Serang Belasan Driver Ojol Sampai Jutaan Rupiah, Viral Lalu Polisi Turun Tangan
Teror Order Fiktif Serang Belasan Driver Ojol Sampai Jutaan Rupiah, Viral Lalu Polisi Turun Tangan (Tribunnews.com)

Kejadian itu berawal dari orderan makanan yang dikirim ke satu alamat di Bumi Ciruas Permai, Kabupaten Serang, Banten. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (23/11/2019).

Kisahnya viral di media sosial setelah seorang warga di dekat rumah yang didatangi para ojol mengunggahnya ke media sosial.

"Total ada 13 driver, 12 driver siang hari dan satu driver dini hari sebelumnya. Pemesannya atas dua nama (akun) Sinta dan Kayla," kata Ida Widya, warga setempat, kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (26/11/2019).

Ida yang merupakan pengunggah kejadian itu di medsos mengatakan, akun pelaku order fiktif bernama Sinta dan Kayla memesan makanan dalam jumlah besar.

g
Teror Order Fiktif Serang Belasan Driver Ojol Sampai Jutaan Rupiah, Viral Lalu Polisi Turun Tangan (Tribunnews.com)

Dalam pesanannya, kedua akun itu mengaku akan menggelar arisan di Bumi Ciruas Permai Blok 2 Blok K. Makanan yang dipesan antara lain berupa pizza, nasi goreng, hingga air mineral dengan jumlah nominal di atas Rp 500.000.

"Seingat saya pizza itu ada dua driver yang bawa, harga Rp 500.000, Rp 750.000, nasi goreng juga banyak sekali karena ngakunya buat arisan," kata dia.

Padahal, rumah yang dicantumkan dalam orderan tersebut adalah rumah kosong. Penghuni rumah bekerja di luar kota dan pulang setiap dua pekan sekali. Para driver ojol yang mendapat orderan tersebut mengaku kesal lantaran merasa jadi korban penipuan, apalagi yang dipesan jumlahnya tidak sedikit.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved